Daily Archives: February 13, 2020

Tumanduk: 4 Warga Kecamatan Tenga Positif DBD

Minsel,SuaraKawanua– Akibat curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi membuat warga masyarakat harus waspada terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, biar bagaimanapun ancaman DBD tetap terjadi. Terhitung, sejak Januari hingga Februari 2020 ini, terdapat empat orang positif DBD.


Akibat curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi membuat warga masyarakat harus waspada terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, biar bagaimanapun ancaman DBD tetap terjadi. Terhitung, sejak Januari hingga Februari 2020 ini, terdapat empat orang positif DBD.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tenga Harol A Tumanduk membenarkan hal diatas. ‘’Ya, terdapat empat kasus DBD di wilayah Puskesmas Tenga. Masing-masing, satu di Desa Boyong Atas, satu di Desa Pakuure III, satu juga di Desa Radey dan satu lagi di Desa Pakuure II. Dengan demikian, terdapat empat kasus positif DBD di wilayah Tenga,’’ujar Tumanduk

Kata Tumanduk, penyebab terjadinya kasus DBD pertama rata-rata warga belum sadar akan kebersihan. Artinya, warga kurang menjaga kebersihan halaman. Seperti terdapatnya air dalam kaleng atau ban mobil.

‘’Akibatnya, berkumpulah jentik-jentik nyamuk yang mengakibatkan munculnya kasus DBD. Padahal, hal diatas sudah sering disosialisasi, baik melalui pertemuan-pertemuan hingga pemberitaan melalui media cetak dan elektonik. Akan tetapi, rata-rata masyarakat tidak menyadari dampaknya. Nanti setelah positif baru dilaporkan ke instansi terkait,’’tegasnya.

Disampaikan kepada masyarakat Kecamatan Tenga, yang penting untuk kita hindari bersama adalah meminta kebersihan halaman dan lain sebagainya. Jika kita jaga bersama, pasti akan ada kasus DBD diwilayah kami

‘’Pemutusan sarang nyamuk dilingkungan rumah, penyebabnya adalah ban mobil atau kaleng dan botol-botol. Tapi terpenting disini adalah bagaimana kita bersama-sama menjadikan lingkungan kita bersih. Biar tak ada jentik-jentik nyamuk disekitar kita. Dan pasti, DBD tak akan menyerang kita. Dikatakannya, bahwa kasus diatas sudah dilaporkan kepada bupati Tetty Paruntu melalui Dinas Kesehatan Minsel dr Erwin Schouten,’’jelasnya.

Kata Tumanduk, penyebab terjadinya kasus DBD pertama rata-rata warga belum sadar akan kebersihan. Artinya, warga kurang menjaga kebersihan halaman. Seperti terdapatnya air dalam kaleng atau ban mobil.

‘’Akibatnya, berkumpulah jentik-jentik nyamuk yang mengakibatkan munculnya kasus DBD. Padahal, hal diatas sudah sering disosialisasi, baik melalui pertemuan-pertemuan hingga pemberitaan melalui media cetak dan elektonik. Akan tetapi, rata-rata masyarakat tidak menyadari dampaknya. Nanti setelah positif baru dilaporkan ke instansi terkait,’’tegasnya.

Disampaikan kepada masyarakat Kecamatan Tenga, yang penting untuk kita hindari bersama adalah meminta kebersihan halaman dan lain sebagainya. Jika kita jaga bersama, pasti akan ada kasus DBD diwilayah kami.

‘’Pemutusan sarang nyamuk dilingkungan rumah, penyebabnya adalah ban mobil atau kaleng dan botol-botol. Tapi terpenting disini adalah bagaimana kita bersama-sama menjadikan lingkungan kita bersih. Biar tak ada jentik-jentik nyamuk disekitar kita. Dan pasti, DBD tak akan menyerang kita. Dikatakannya, bahwa kasus diatas sudah dilaporkan kepada bupati Tetty Paruntu melalui Dinas Kesehatan Minsel dr Erwin Schouten,’’jelasnya.(*/hape)

Menjelang Musda PG Sulut,Sikap Fitnah Harus Dijauhkan

Manado,SuaraKawanua – Menjadi pemimpin, bukan persoalan bisa atau tidak bisa. Tetapi, persoalan niat yang iklas dan tujuan yang sempurna. Oleh sebab itu, dalam rangka Musyawarah Daerah (MUSDA) DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara, berharap akan berjalan dengan baik.

‘’Jadi, kembali dalam persoalan diatas. Bahwa, jangan jadikan firna sebagai senjata melawan ketidaksukaan kepada sesame. Tapi, marilah kita belajar untuk saling mengingatkan bahwa kita adalah Umat Ciptaan Tuhan yang harus saling mengasihi,’’ujar Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu.

Menurutnya, dalam rangka Musda Partai Golkar Sulut, kedepan kita jangan jadi pecundang yang hanya suka menjatuhkan orang. Terpenting, sebagai umat ciptaan Tuhan, kita harus saling mengasihi. Saling mengasihi, adalah perbuatan baik dimata Tuhan.

‘’Harapan lain, pelaksanaan Musda PG Sulut dalam dekat ini jangan mengeluarkan berbagai isu tak sedap. Sebab, isu murahan diketahui Tuhan. Dan yang menyebarkan hal-hal diatas akan dibalas Tuhan,’’ kata Ketua DPD I Partai Golkar Sulut.

Lanjut Bendahara Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menegaskan, marilah kita dukung pelaksanaan Musda PG Sulut. ‘’Biar pelaksanaan berjalan dengan baik. Sedangkan soal siapa yang akan terpilih, kita serahkan kepada Tuhan. Sebab Tuhan tak pernah tutup mata bagi orang yang murah hati. Kiranya, Musda PG Sulut berjalan dengan baik pula,’’ucap ibunda anggota DPR RI Adrian Jopie Paruntu (AJP) dan kakak Michaela Elsiana Paruntu bakal calon bupati Minsel dari Partai Golkar. (*/hape)

Bupati Tetty dan APKASI Audensi dan Diskusi Dengan Menteri Agraria

Jakarta,SuaraKawanua – Bertempat di Kementrian Agraria Tata Ruang/ BPN Republik Indonesia, Selasa, (11/2/2020), Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu hadir bersama Ketua Umum APKASI

 

Bupati CEP hadir bersama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Franky Mamangkey dan Staf Ahli Bidang Hukum Brando Tampemawa dan Sekretaris Dinas PMD Minsel Altin Sualang. Bupati Tetty dalam kesempatan menyampaikan beberapa hal strategis dalam kabupaten yang berkaitan diatas.

‘’Banyak hal yang harus dilakukan dan dibenahi seiring dengan berbagai persoalan terkait Hak Guna Usaha (HGU) di Minsel. Diakuinya, Minsel memiliki HGU yang cukup banyak. Tetapi, banyak diantaranya telah dikapleng oleh perusahaan besar yang ternyata tak pernah diketahui pemerintah Minsel,’’sebut orang nomor satu Minsel.

Lanjujt ibunda Adrian Jopi Paruntu, anggota DPR RI periode 2019-2024 menjelaskan, berkaitan masalah agraria, maka dari itu baik BPN Kabupaten harus menerbitkan sertifikat strategis guna menjadikan lahan terbaik dan tentunya memberikan bantuan kepada masyarakat luas.

‘’Semoga, sekembalinya di Minsel, hal-hal yang berhubungan diatas akan disampaikan kepada instansi terkait dan akan ditindaklanjuti bersama-sama,’’kunci CEP-sapaan calon gubernur Sulut periode 2021-2026 dari Partai Golkar.