Monthly Archives: March 2020

Luntungan Sindir Pejabat se-Sulut dan Konglomerat Belum Tergerak Nurani Soal Covid-19

Minut, SuaraKawanua-Sikap Aktivis Muda Minahasa Utara (Minut) William Luntungan patut diapresiasi. Pasalnya, Bung Will sapaan akrabnya ini, telah membagikan Hand Zanitizer, masker, dan ratusan kilo beras secara gratis kepada warga Minut. Hal itu dilakuan atas panggilan moral kemanusiaan, terkait dampak wabah Covid-19.

Tak sampai disitu, William yang layak dinobatkan sebagai pahlawan kemanusian ditengah-tengah merabaknya Covid-19 ini. Telah membentangkan sejumlah spanduk yang berukuran sekira 3 Meter di seputaran jalan raya Armadidi-Bitung yang bertuliskan himbauan, ajakan sekaligus penegasan.

“Pemasangan spanduk ini merupakan aspirasi kami, ditujukan kepada para pejabat yang ada di Sulut untuk tidak pelit dengan berkat yang mereka punya. Selain pejabat, para pengusaha, atau masyarakat yang memeliki berkat lebih agar sama-sama bergotong- royong mengulurkan tangan kepada masyarakat tidak mampuh. Paling tidak, yang dibantun dilingkungan sekitar kalau tidak bisa lagi ya cukup tetanggga-tetangga rumah,” pinta Luntungan, usai memasang spanduk yang didampingi 2 pemuda Airmadidi  Ray Lotulong dan Decky Mumbunan, Selasa (31/03) kemarin.

Dia mengungkapkan,  bantuan pemerintah kepada masyarakat terlihat masih kotak-kotak dan itu berdasarkan warna.

“Saya minta agar pemerintah, baik kabupaten dan provinsi saat menyalurkan bantuan tak pandang buluh dan harus tepat sasaran. Dan saya berharap, penyaluran Bapok juga bisa sampai kepada mereka yang tinggal dikebun. Karena mereka juga rakyat kita,” tukasnya.

Ketua LSM Gebrak ini juga menuturkan, lewat spanduk ini masyarakat tidak lagi saling “bully” di Media Sosial, melainkan bersatu melawan penyebaran Corona Virus (Covid-19) yang saat ini mewabah hingga Bumi Nyiur Melambai.

“Stop jo baku-baku bully di sosial media, Pilkada so tunda. Nda usah baku panas cuma karna perbedaan pilihan, kong mari jo torang bersatu lewat anjuran pemerintah beking tu Sosial Distancing lawan ini virus,” pintanya dengan besar harapan.

Dia pun menegaskan, pemerintah  bersama Aparat Penegak Hukum (APH) agar dapat turun ke pasar, toko-toko, ritel melakukan pengecekan, apakah ada harga yang melonjak.

“Pantauan kami, saat ini harga bahan pokok di pasar melonjak. Ini harus dikontrol pemerintah karena dampaknya dapat membuat masyarakat Minut yang sedang was-was karena Covid-19 semakin diperburuk dengan situasi ini. Kemudian kami minta APH menindak para pedangang nakal yang mencoba bermain harga serta menimbun bapok dalam kondisi darurat seperti ini,” tegasnya.

Terakhir dia berharap, agar pemerintah harus tegas jika memang wilayah tersebut perlu dikarantina.

“Jika mendesak, segera lakukan karantina lokal untuk mencegah penularan covid-19 lebih luas lagi di Minut,” kuncinya. (Innor)

Work From Home DiPerpanjang Sampai 21 April 2020

Minut, SuaraKawanua-Work From Home (WFH) kerja dari rumah, Aparatur Sipil Negara (ASN) Minahasa Utara (Minut) diperpanjang sampai 21 April 2020. Hal ini ditegaskan dengan surat edaran Bupati Minahasa Utara, Nomor 85/BMU/III/2020, tanggal 31 Maret 2020 tentang perpanjangan penyesuaian siatem kerja ASN, dalam rangka pencegahan Corona Virus Disease (COVID – 19) lingkup pemerintah kabupaten Minahasa Utara.
Dalam edaran bupati Minut yang berisi 10 poin yaitu, masa kedinasan di rumah / tempat tinggal (Work From Home) bagi ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Minut diperpanjang sampai dengan 21 April 2020, Selama ASN melaksanakan tugas dirumah, agar tidak dimanfaatkan untuk kegiatan berkumpul (nongkrong), jalan-jalan, liburan atau meninggalkan rumah tanpa alasan yang sangat penting.
Dalam WFH, manfaatkan teknologi informasi (email, WA, video confrence, dan aplikasi lainnya.
Khusus jajaran Dinas Kesehatan disampaikan terima kasih, atas dedikasi dan tanggung jawab dari seluruh tenaga kesehatan yang sudah menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid 19. Diharapkan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan sumber daya yang memadai, termasuk pengalaman dan alat kesehatan, menyiapkan rumah sakit dan klinik kesehatan dan sebagainya merupakan tempat kita mengendalikan Covid 19.
Kepala Dinas kesehatan menetapkan mekanisme dan sistem kerja bagi PNS dan THL yang bertugas di kantor dinas kesehatan dan rumah sakit daerah, sehingga pencegahan penyebaran dan penanganan terhadap ODP dan PDP serta pasien terindikasi suspect positif covid 19 dapat teratasi dengan baik. Dukugam inovasi dalam informasi teknologi digital atau konsultasi pelayanan media secara online serta beroperasi selama 24 jam, dalam rangka pencegahan dan pengendalian epidemi Covid 19.
Selanjutnya, ASN menunda perjalanan dinas dalam dan luar negeri yang tidak bersifat mendesak. Untuk kelancaran tugas dibuat daftar piket bagi eselon IV dan staf pelaksana. Surat kepala BKPP Nomor 800/BKPP/368/III-2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN di lingkup pemkab Minut masih tetap berlaku dan merupakan satu kesatuan dengan surat edaran ini.
Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan mengatakan, marilah bersama-sama cegah dan putuskan mata rantai penyebaran covid 19. “Ikuti saja surat edaran bupati. Kerja dari rumah, belajar dan ibadah di rumah. Jaga kebersihan, cuci tangan dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Panambunan.(Innor)

Luntungan: Berenti Jo Baku Bully Tentang Bantuan, Mari Bersama Lawan Covid-19

Minut, SuaraKawanua- Pemasangan baliho ini menunjukan aspirasi kami, ditujukan kepada masyarakat terkait   bantuan pemerintah yang  masih dikotak-kotakan berdasarkan warna. Hal ini dikatakan Ketua LSM Gebrak William S Luntungan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Luntungan berharap, lewat baliho ini masyarakat tidak lagi saling “bully” di Media Sosial, melainkan bersatu melawan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini mewabah hingga Bumi Nyiur Melambai.

“Stop jo torang baku-baku bully di sosial media, Pilkada so tunda. Nda usah baku panas cuma karna perbedaan pilihan hingga terjadi saling menghujat pada akhirnya jadi murka, kong mari jo torang bersatu lewat anjuran pemerintah beking tu Sosial Distancing lawan ini virus,” ujar Luntungan juga mengutip kata toko pahlawan sulawesi utara, Sam Ratulangi
maleo-leosan artinya baku-baku bae, baku-baku sayang. Selasa (31/3/2020).

Lanjut Luntungan, pemerintah bersama Aparat Penegak Hukum agar kiranya dapat turun ke pasar, toko-toko, ritel melakukan pemantauan, apakah ada harga yang melonjak.

“Pantauan kami, saat ini harga bahan pokok di pasar melonjak maka, harus dikontrol pemerintah karena dampaknya dapat membuat masyarakat minut serta  Sulut umumnya yang sedang was-was karena Covid-19 semakin diperburuk dengan situasi ini,” jelasnya

Ditambahkannya, bantuan dari Pemkab juga, kami berharap, agar bisa menyentuh sampai masyarakat yang ada di pelosok. “Kalau boleh bantuan yang diberikan pemerintah, bisa menjangkau masyarakat yang ada dipelosok. Kalau boleh sampe yang tinggal di  perkebunan jangan terjadi hanya memilih hingga yang lain tidak dapat bantuan ,” pungkasnya sambil mengatakan, para Pejabat di Sulut jangan “Koncudu” tidak membantu masyarakat khususnya tetangga yang membutuhkan karena kalian digaji oleh rakyat. (Innor)