Daily Archives: April 1, 2020

Perangi Wabah Covid-19 Sedot Anggaran Rp 405,1 Triliun

J

akarta, SuaraKawanua–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan adanya ancaman hukuman mati bagi penyeleweng dana anggaran penanganan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Kami sudah mengingatkan bahwa penyelewengan anggaran yang diperuntukan pada situasi bencana seperti saat ini ancaman hukumannya adalah pidana mati,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Rabu (1/4).

Ali memastikan KPK bakal mengawasi pengelolaan anggaran tersebut.  KPK saat ini, katanya, terus berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk terjadinya praktik rasuah dalam pengelolaan anggaran untuk penanggulangan virus corona.

“Saat ini KPK sudah berkoordinasi dengan LKPP dan BPKP sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi tindak pidana korupsi dalam proses penggunaan anggaran tersebut,” kata Ali.

75 Triliun untuk Kesehatan

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 telah resmi diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi salah satu landasan hukum pemerintah dalam penanganan virus corona (Covid-19).

Dalam Perppu yang telah diteken dan diterbitkan pada Selasa (31/3), ada empat poin yang diprioritaskan dalam penambahan belanja dan pembiayaan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun untuk menangani dampak wabah ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, dana Rp 405,1 triliun akan dialokasikan untuk menangani wabah Virud Covid-19. Rinciannya, belanja bidang kesehatan sebesar Rp 75 triliun, perlindungan sosial Rp 110 triliun, insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat Rp 70,1 triliun, serta pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan dunia usaha, khususnya terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) senilai Rp 150 triliun.

Satu diantaranya adalah untuk bidang kesehatan yang dialokasikan sebesar Rp 75 Triliun. Tambahan anggaran tersebut diutamakan untuk insentif tenaga medis dan belanja penanganan kesehatan.(TM/redaksi)

Wanita Positif Corona Kabur & Lempari Petugas dengan Batu

Jakarta, SuaraKawanua–Seorang wanita positif corona dikabarkan kabur saat sedang menjalani isolasi di rumahnya Kawasan Kebon Baru Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2020).

Tak hanya kabur, pasien positif corona tersebut juga sempat melempari petugas dengan batu saat hendak dievakuasi.

Usut punya usut ternyata wanita tersebut selain terinfeksi virus Covid-19, ia juga mengidap penyakit serius lainnya.

Kabar kaburnya pasien positif corona tersebut dibenarkan oleh Camat Tebet, Dyan Airlangga.

Ia mengatakan sebelumnya, wanita tersebut sudah berstatus Orang dalam Pemantauan ( ODP ).

Sampel darah uji virus Corona .
Sampel darah uji virus Corona . (Sonis via Kompas.com)

“Dia kan kita pantau, dia masuk pantauan kita,” kata Dyan.

Sayangnya proses perawatan wanita yang belum diketahui identitasnya itu menemui kesulitan.

Dyan mengatakan jika pasien positif corona tersebut ternyata juga mengalami gangguan jiwa.

“Ini masih kita tangani, disinyalir yang bersangkutan ini agak sedikit terganggu jiwanya,” tambah dia.

Kondisinya yang mengalami gangguan jiwa, membuat wanita ini sulit dikendalikan oleh petugas medis khusus Covid-19.(TM/tim SK)

Data Virus Corona Indonesia Meningkat 1.677 Kasus, Berikut Peta Sebaran Terkininya

Jakarta, SuaraKawanua-Pasien Covid-19 di Indonesia masih bertambah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto.

Hingga Rabu (1/4/2020) pukul 12.00 WIB, secara total terdapat 1.677 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Jumlah ini bertambah 149 pasien dalam periode 24 jam terakhir.

“Untuk kasus konfirmasi positif ada penambahan 149 orang, sehingga sekarang menjadi 1.677,” ujar Yurianto.

Selain itu, Yuri juga memaparkan bahwa dalam periode yang sama terdapat penambahan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 22 orang.

Total ada 103 pasien yang dua kali hasil tesnya dinyatakan negatif, setelah sebelumnya sempat dinyatakan positif virus corona.

Kemudian, terdapat penambahan 21 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Secara keseluruhan, jumlah pasien yang meninggal setelah mengidap Covid-19 ada 157 orang.

“Ini memberi bukti kepada kita bahwa penularan di luar masih terjadi, kontak dekat masih diabaikan, kemudian cuci tangan masih belum dijalankan dengan baik,” kata Yuri.

(TM/TimSK)