Monthly Archives: May 2020

BUPATI TETTY : Vicon Bersama Menteri Dalam Negeri Dalam Rangka HUT Apkasi Ke-20


Minsel-Suarakawanua.web.id-Bupati Minahasa Selatan DR.Christiany Eugenia Paruntu SE, selaku Bendahara Umum APKASI mengikuti pertemuan virtual (Vidcon) dalam rangka memperingati 20 tahun hari jadi APKASI dan APEKSI.Kegiatan ini digelar sebagai salah satu bentuk syukur bahwa Apkasi mampu melewati dua dekade dalam mengawal pelaksanaan otonomi daerah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Kesempatan itu Bupati Minsel dua periode Tetty Paruntu menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dirinya mengucapkan selamat hari jadi Apkasi maupun kepada Apeksi. Ia mengapresiasi kerja sama Apkasi dan Apeksi yang terus bersinergi dan berkolaborasi.

“Dari yang berhasil bisa kita tiru dan dikreasikan agar lebih berkembang sesuai konteks wilayah masing-masing, yang kurang berhasil atau ada masalah hukum dan lain-lain, ini juga kita pelajari supaya tidak terjadi lagi dan bisa menjadi motivasi bagi kita untuk lebih maju,” ujarnya meneruskan penyampaian Mendagri.

Dia juga mengatakan,Apkasi akan bisa tumbuh dan berkembang dan dihormati oleh pemimpin lainnya baik Apkasi sendiri maupun Apeksi atau asosiasi gubernur atau asosiasi tingkat parlemen baik DPRD, DPRD Tingkat II dan lain-lain, untuk bisa memperkuat marwah daripada Apkasi.

“Apkasi bisa menjadi penyaluran kepala daerah lainnya, untuk menyamakan persepsi, saluran untuk menyampaikan aspirasi dan saluran juga untuk melakukan koreksi. Kerja sama perlu dibangun ke semua pihak, baik dengan Apeksi, maupun asosiasi lainnya dan dengan pemerintah pusat. Karena hanya dengan kebersamaan, kita bisa membangun, karena kewenangan pembangunan di daerah masing-masing tidak sepenuhnya di tangan para bupati/walikota, tapi di pemerintah pusat, tingkat provinsi, bahkan ada yang di tingkat desa,” ujar Tetty pada arahan Mendagri.

Bupati Tetty juga optimis dengan jiwa entrepreneurship, peluang-peluang di Minsel bisa dikembangkan sehingga mampu untuk mendapatkan pendapatan yang sebanyak-banyaknya dengan cara-cara sesuai aturan hukum dan kemudian menggunakannya atau membelanjakannya dengan tepat sasaran, hemat dan selektif.

Hadir pada Vidcon di Rudis bersama Bupati, Kadis Kominfo Roy Mandey serta beberapa pimpinan SKPD lainnya.
(Ted/Han)

CEP Ikut Halal Bi Halal Bersama Ketua Umum DPP PG



Minsel-Suarakawanua.web.id-Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Dr Christiany Eugenia Paruntu SE (CEP) bersama pengurus mengikuti Halal bi Halal dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir Airlangga Hartarto dan Ibu Yanti Airlangga, Jumat (29/05/20).

Tetty Paruntu bersama jajaran pengurus DPD I PG Sulut berkumpul di rumah dinas bupati dan bertatap muka dengan ketua Umum DPP PG Ir Airlangga Hartarto bersama ibu melalui video conference (vidcon) dan mengikuti halal bi halal.

Paruntu mengatakan dirinya bersyukur karena partai beringin bisa bersama-sama mengikuti Halal Bi Halal dengan Ketua Umum Ir Airlangga Hartarto bersama ibu, walaupun hanya melalui video conference karena saat ini belum bisa berkumpul karena adanya pandemi covid-19.

Kepada Ketua Umum Tetty menyampaikan bahwa dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan partai beringin dan bisa mengambil kembali kepemimpinan daerah ini untuk berjaya seperti tahun-tahun kemarin.

“Maka dari itu saya mintakan kepada semua kader bahkan simpatisan Partai Golkar untuk bersama-sama bekerja keras,” ujar Paruntu.

Tetty juga mengingatkan bagi pengurus yang ada baik di desa, kecamatan, kabupaten, dan DPD agar supaya selalu bergandeng tangan jangan hanya mau menjatuhkan sesama kader tapi marilah mendorong apabila salah satu sudah mau jatuh angkat dia untuk bersama-sama agar supaya partai yang kita cintai akan memenangkan pilkada tahun 2020 ini.

“Karena dengan adanya slogan Golkar Bangkit, Golkar Maju, Golkar pilihan rakyat makanya dari itu kita selalu bersama-sama mau memenangkan partai beringin ini demi warga dan masyarakat indonesia,” terang Ketua DPD I PG Sulut yang juga adalah bupati Minsel dua periode tersebut.

Ketua harian James Arthur Kojongian (JAK) juga berpesan kepada warga agar supaya jangan panik dalam menghadapi virus corona ini tapi selalu mengikuti aturan pemerintah tentang adanya protokol kesehatan.

“Sejauh ini Partai Golkar akan berusaha sepenuhnya untuk membantu bagi warga Sulut dalam menghadapi pandemi covid-19,” tutup wakil Ketua DPRD Sulut. (Ted/Han)

Rahman Ismail mengunjungi Lansia di Desa Wusa Memberi Bapok

Minut,SuaraKawanua-Penambahan jumlah pasien COVID-19 di Indonesia khususnya Provisi Sulawesi Utara, pada akhirnya memunculkan kecemasan di masyarakat.
Hal itu juga menyebabkan hadirnya berbagai stigma negatif masyarakat pada pasien maupun orang-orang dengan risiko tinggi terpapar COVID-19, seperti pada profesi dokter, perawat, dan keluarga pasien baik masih berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) maupun orang dalam pengawasan (ODP) .
Kondisi ini menuai prihatin Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minahasa Utara Rahman Ismail.
Rahman mengingatkan masyarakat bahwa stigma yang melekat pada seseorang atau kelompok tertentu, seringkali membuat penerima stigma menerima perlakuan diskriminatif dari kelompok mayoritas, sehingga mereka merasa tertolak oleh lingkungannya.
“Akibat merasa ditolak, maka stigma juga dapat berkontribusi terhadap tingginya angka kematian akibat virus corona,” kata Rahman Ismail.
Sebagai bentuk keperihatinanya, Sabtu (30/5/2020), Rahman Ismail mengunjungi kediaman seorang lanjut usia asal Desa Wusa Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara, Simon Rorimpandey.
Dalam kunjungan tersebut Rahman membawa sejumlah bahan pokok (Bapok) seperti beras, minyak goreng, kue, kopi, teh sabun dan uang tunai.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melawan stigma dengan tidak mendiskriminasi dan mengucilkan tenaga kesehatan dan orang-orang yang terpapar COVID-19. Kita semua adalah saudara, mari kita saling membantu,” pesan mantan petinggi media massa di Sulawesi Utara itu.
Sebagai informasi, opa Simon merupakan salah satu warga yang menjadi korban stigma COVID-19, usai sang istri meninggal karena positif COVID-19 beberapa waktu lalu.
Istri Simon Rorimpandey, merupakan pasien kasus ke-7 positif COVID-19 di Sulawesi Utara sekaligus pasien kasus pertama di Kabupaten Minahasa Utara.
Ia meninggal dunia pada Jumat (10/4/2020) sekitar pukul 04.00 Wita dengan kisah pilu dimana jenazah sempat terlantar beberapa jam di areal pekuburan akibat tidak ada petugas medis yang berjaga.
Sesuai protokol, opa Simon sudah melakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumah sakit.
Pun demikian dengan hasil swab test kedua dari almarhumah sang istri sudsh dinyatakan negatif.
“Tapi saya selalu dianggap positif COVID-19. Tetangga menjauh. Mereka takut tertular,” katanya.
Kedatangan Rahman Ismail pun disambut gembira opa Simon.
Dia senang ada yang peduli dan tidak takut untuk berkunjung ke rumahnya.
“Terima kasih sekali atas perhatian Pak Ramhan. Semoga Tuhan membalas berkat melimpa,” ujar Simon sembari memanjatkan doa. (***)