Daily Archives: May 17, 2020

Perwira Polisi diancam Akan Ditembak Jika Tidak Segera Menyerahkan Diri

Jakarta,Seorang perwira polisi diancam akan ditembak jika tidak segera menyerahkan diri ke Polda Kepri.

Polda Kepri juga sudah membentuk tim khusus untuk menangkap perwira polisi yang telah mencoreng nama kepolisian karena kasus penggelapan 71 mobil.

“Yang bersangkutan merupakan perwira polisi, tentunya tahu akan hukum,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto .

“Saya harap yang bersangkutan menyerahkan diri, tapi kalau tidak terpaksa akan kita tembak jika ketemu nanti,” tegas Arie.

Kasus penggelapan dan penipuan 71 unit mobil yang dilakukan perwira polisi yang bertugas di Polres Bintan ini telah menjadi kasus atensi Polda Kepri. 

Foto Ilustrasi mobil mewah bekas

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto mengaku pimpinan tertinggi di Polda Kepri telah memanggil dirinya dan Direktur lainnya yang ada di Polda Kepri untuk segera membentuk tim, mengungkap kasus yang telah mencoreng intitusi Polri ini.

“Pak Kapolda sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini dan kasus ini menjadi kasus atensinya Pak Kapolda,” kata Arie ditemui di Mapolsek Sekupang, Jumat (15/5/2020).

Arie mengatakan oknum Perwira Polisi yang melakukan penipuan dan penggelapan itu yakni, Iptu Hiswanto Ady.

Bahkan Arie meminta agar yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri agar tidak diambil tindakan tegas yang dapat merugikan pelaku.

“Yang bersangkutan merupakan perwira polisi, tentunya tahu akan hukum. Ya saya harap yang bersangkutan menyerahkan diri, tapi kalau tidak terpaksa akan kita tembak jika ketemu nanti,” tegas Arie.

Saat ini keberadaan Iptu Hiswanto Ady tidak diketahui.

Namun Arie mengaku tim yang dibentuk Kapolda Kepri, yakni Intelkam, Krimum dan Propam Polda sedang melakukan pencarian dan penelusuran kasus ini.

“Makanya seperti saya katakan tadi, alangkah baiknya yang bersangkutan menyerahkan diri, dari pada diambil tindakan tegas,” jelas Arie. 

Gelapkan mobil rental, dijual murah

Sebelumnya seorang oknum Perwira Polisi yang bertugas di Polres Bintan berpangkat Iptu berinisial HA di laporkan ke Polda Kepri.

Yang bersangkutan dilaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan puluhan unit mobil rental di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Bahkan hingga saat ini telah ada enam warga yang membuat laporan atas penipuan dan penggelapan yang dilakukan Iptu HA ini dengan total mobil yang digelapkan sebanyak 71 unit.

Adapun modus yang dilakukan pelaku yakni mengambil mobil untuk disewa.

Selanjutnya, mobil itu disewakan kembali kepada oragg lain.

Namun, dalam perjalanan mobil rental tersebut malah dijual murah karena tidak dilengkapi dengan surat-surat kepemilikan dan dokumen barang tersebut.

Kasus ini terungkap saat salah satu korban atau pemilik mobil melakukan penyitaan dari tangan pembeli yang merupakan warga Tanjungpinang.

Saat itulah kasus ini mencuat karena sempat terjadi keributan, dan setelah ditangani terungkaplah bahwa yang membeli mobil tersebut tidak kuat dasarnya.(kompas)

BERDAMPAK COVID-19 || LAKRI MINUT AKAN AWASI PROGRAM BANTUAN UNTUK MASYARAKAT

Minut, SuaraKawanua-Bantuan untuk masyarakat dengan adanya dampak Covid-19 banyak terjadi polimik dikarenakan banyak masyarakat kurang mengetahui
Post bantuan yang ada.

Agar masyarakat mengetahui dan memahami antara lain ;

  1. PKH
  2. BPNT
  3. BLT Dana Desa
  4. BST Kementerian/kemensos
  5. BLT APBD
  6. Sembako APBN
  7. Sembako APBD

Novie Ngangi Ketua Lembaga Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), menyatakan PKH adalah program keluarga harapan, bentuknya uang tunai langsung masuk rekening masing-masing.

BPNT (dulu namanya Raskin) adalah Bantuan Pangan Non Tunai, bentuknya berupa Bahan Makanan yang disalurkan melalui Kios Desa yang ditentukan oleh bank Mandiri kerjasama TKSK kecamatan.

BLT Dana Desa adalah Bantuan Tunai dari Desa Masing-masing, Besarannya 600 ribu per bulan direncanakan selama 3 bulan. BLT dari Dana desa  perlakuannya ada 3,

  1. Bagi Desa yg belum Cair Dana Desa Tahap I, maka diprioritaskan untuk BLT Covid -19.
  2. Bagi desa yg telah cair Dana Desa Tahap I, namun belum habis dibelanjakan, maka diprioritaskan untuk BLT Covid-19
  3. Bagi desa yg telah cair Dana Desa Tahap I dan telah habis dibelanjakan, maka segera bermohon Tahap II diprioritaskan untuk BLT Covid -19.

“Jadi yang dibantu BLT Dana Desa adalah warga desa yg penghasilannya terdampak Covid -19 dan bagi warga desa rentan sakit, atau sakit menahun. Dengan demikian ada Desa lebih duluan beri bantuan ada juga terlambat beri bantun karena prosesnya tadi diatas itu Tahap I, Tahap II. dan regulasinya sudah diatur oleh permendes.
BLT kementerian Sosial adalah bantuan bentuk Tunai Berdasarkan DTKS Dinsos diperuntukkan bagi rata-rata perkotaan atau kelurahan dan juga Desa.
BLT APBD adalah juga bantuan Tunai Dari Dinas Sosial juga diperuntukkan bagi masyarakat yg belum Dapat BLT Dana Desa atau lainnya.
Sementara Sembako APBN adalah bantuan berupa bahan makanan yang bersumber dari pemerintah pusat langsung dan
Sembako APBD adalah juga bantuan berupa bahan makanan yg bersumber dari APBD provinsi dan Kabupaten.ujar Ngangi

Lanjut Ngangi bahwa Intinya
sebenernya bantuan itu sudah cukup banyak dan yang bertanggungg jawab itu juga sendiri sendiri

“PKH itu penanggung jawabnya kememterian sosial pusat data dari mereka desa memang tidak dilibatkan dan ada Pendampingnya.
BPNT itu penanggung jawabnya Dinas Sosial Kabupaten dan pembagiannya oleh Dinas langsung,
BLT DANA DESA ini baru jadi tanggumg jawabnya pemerintah desa, sementara
BLT PUSAT ini tanggung jawabnya  Kementrian Sosial pusat juga,”katanya Semoga Semua Bantuan tidak tumpang tindih atau ganda dan pemerintah kabupaten dan pemerintrah desa arus mengsosialisasi agar masyarakat tau dan tidak ada kecemburuan, ” ujarnya yang memastikan Lakri akang mengawasi bantuan-bantua tersebut sudah sampai dimana penyaluranya dan bolah ada temuan kami tidak main-main untuk buat laporan. (INNOR)

SGR Bagi Kasih di Desa Kemah Tiga Luntungan:

Minut, SuaraKawanua- Dengan adanya Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berkepanjangan. Wakil Ketua DPRD Minut, Shintia Gelly Rumumpe (SGR), telah menjalankan misi kemanusiaanya.

Hal ini SGR sudah buktikan selain dibeberapa desa yang ada di minut, kali ini SGR membagi bantuan bahan pangan di Desa Kema Tiga..

Hari ini aksi serupa, digelar Puteri kandung Dr (Hc) Vonnie Anneke Panambunan, STh (VAP) atas Kepedulian mewabahnya virus yang sudah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai Bencana Non Alam dengan membagikan Bahan Pokok (Bapok) yang terpusat di Desa Kema Tiga.

“Kami percaya ini berasal dari ketulusan Ibu Dede, bukan mencari kesempatan ditengah kesulitan. Ditengah merosotnya perekonomian dan kesulitan mencari nafkah. Setidaknya dapat membantu menambah bahan dapur,” ujar Salah satu Warga.

Sementara Tokoh Muda Muslim Minut Latief Manaf SH, MH menilai aksi sosial SGR adalah murni peduli terhadap warga Minut yang tekena dampak Covid-19. “Ini murni bantuan, jangan dipolitisir. Saya yakin desa lain juga sedang dijadwalkan untuk mendapat bantuan yang sama sebagai tanggung jawab yang sudah dipercayakan sebagai Wakil Rakyat.

Senada dikatakan Wakil Ketua Partai NasDem Minut Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik Jaya Marthen Luntungan, dirinya menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan SGR adalah bentuk kepedulian sebagai wakil rakyat.

“Saya tahu betul SGR, bantuan yang disalurkan berasal dari kantung pribadi untuk masyarakat sebagai kepedulian ditengah wabah Covid-19. Semua karena kecintaan SGR terhadap Tanah Tonsea, tanpa ada embel-embel,” pungkas Luntungan.

(***)