Daily Archives: June 14, 2020

Sulut Ketambahan 34 kasus Positif Covid 19

Sulut,SuaraKawanua–Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara dr Steaven Dandel mengatakan kembali terjadi ketambahan pasien positif corona di Sulut, melalui video conference, pada Kamis (11/06/2020).

Ia mengatakan, hari ini Sulut ketambahan 34 pasien sehingga total akumulatifnya menjadi 579 pasien.

Untuk yang sembuh masih tetap dengan total 97 orang dan yang meninggal dunia akumulatif 52 orang. Sedangkan untuk ODP ada 152 orang dan PDP 225 orang.

“Kita ketambahan satu lagi daerah transmisi lokal Covid-19. Setelah Kota Manado dan Kota Tomohon, sekarang Kabupaten Minahasa,” ujarnya.

Pasalnya, menurut Dandel, di Minahasa sudah terjadi penjangkitan generasi kedua dan ketiga di masyarakat.

“Iya, sudah menjadi transmisi lokal karena sudah hadir kasus generasi kedua dan ketiga,” ujarnya.

Diketahui, berdasarkan website resmi Gugus Tugas Covid-19 Sulut, pasien terkonfirmasi positif corona di Minahasa hingga kini mencapai total 52 pasien, dengan 10 orang telah dinyatakan sembuh, 4 orang meninggal, serta 38 orang dirawat di rumah sakit.

Skala Nasional

Sementara itu, secara nasional jumlah pasien positif corona hingga hari ini mencapai 35.295 pasien atau terjadi penambahan 979 pasien.

Di mana total pasien sembuh menjadi 12.636, atau bertambah 507 kasus sembuh dibanding kemarin

Kemudian untuk angka pasien corona yang meninggal dunia mengalami penambahan 41 orang, sehingga total pasien yang meninggal dunia sebanyak 2.000 orang. (JPc)

Berikut 34 pasien positif corona hari ini:

1. Pasien 546: Laki-laki, 46 tahun, asal Minahasa Utara, KERT pasien 459

2. Pasien 547: Perempuan, 40 tahun, asal Minahasa Utara, Tenaga Kesehatan di Faskes

3. Pasien 548: Perempuan, 45 tahun, asal Manado, Tenaga Kesehatan di Faskes

4. Pasien 549: Laki-laki, 56 tahun, asal Minahasa Utara, sebelumnya PDP (meninggal 4 Juni 2020).

5. Pasien 550: Perempuan, 50 tahun, asal Minahasa Utara, KERT pasien 115

6. Pasien 551: Laki-laki, 62 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP

7. Pasien 552: Perempuan, 19 tahun, asal Minahasa, sebelumnya ODP

8. Pasien 553: Perempuan, 52 tahun, asal Bitung, sebelumnya PDP

9. Pasien 554: Perempuan, 27 tahun, asal Manado, KERT pasien 199

10. Pasien 555: Perempuan, 31 tahun, asal Manado, KERT pasien 191

11. Pasien 556, Laki-laki, 47 tahun, asal Manado, hasil screening

12. Pasien 557: Perempuan, 58 tahun, asal Manado, KERT pasien 198

13. Pasien 558: Perempuan, 24 tahun, asal Manado, KERT pasien 210

14. Pasien 559: Laki-laki, 30 tahun, asal Manado, KERT pasien 199

15. Pasien 560: Perempuan, 48 tahun, asal Manado, Klaster Pinasungkulan

16. Pasien 561: Laki-laki, 58 tahun, asal Manado, KERT pasien 180

17. Pasien 562: Perempuan, 14 tahun, asal Manado, KERT pasien 164 dan 208

18. Pasien 563: Perempuan, 47 tahun, asal Manado

19. Pasien 564: Perempuan, 58 tahun, asal Manado

20. Pasien 565: Perempuan, 33 tahun, asal Manado

21. Pasien 566: Laki-laki 32 tahun, asal Manado, hasil screening

22. Pasien 567: Perempuan, 45 tahun, asal Manado, Klaster Pinasungkulan

23. Pasien 568: Laki-laki, 48 tahun, asal Manado, KERT pasien 191

24. Pasien 569: Perempuan, 48 tahun, asal Manado, hasil screening

25. Pasien 570: Perempuan, 34 tahun, asal Manado, KERT pasien 198

26. Pasien 571: Perempuan, 35 tahun, asal Manado, KERT pasien 261

27. Pasien 572: Laki-laki, 7 tahun, asal Manado, KERT pasien 164

28. Pasien 573: Laki-laki, 42 tahun, asal Manado, KERT pasien 164 dan 208

29. Pasien 574: Perempuan, asal Manado, hasil screening

30. Pasien 575: Perempuan, 63 tahun, asal Manado

31. Pasien 576: Laki-laki, 48 tahun, asal Manado, Klaster Pinasungkulan

32. Pasien 577: Laki-laki, 34 tahun, asal Manado, KERT pasien 191

33. Pasien 578: Perempuan, 60 tahun, asal Manado, KERT pasien 180

34. Pasien 579: Laki-laki, 12 tahun, asal Manado, KERT pasien 261.(***)

Kadin Sulut Webinar Kondisi dan Solusi UMKM di Tengah Covid-19

ONLINE : Kadin Sulut saat menggelar webinar diskusi dengan tema UMKM di tengah Covid-19.

MANADO,SuaraKawanya—Menyikapi kondisi Covid-19 yang semakin masif menghantam sendi-sendi ekonomi. Kadin Sulut menggelar webinar dengan mengangkat tema “Kondisi dan Solusi UMKM di tengah pandemi Covid-19”. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo. Tak tanggung-tanggung diskusi tersebut dihadiri narasumber dari Kemenko Perekonomian RI, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Investasi Dr. Ichsan Zulkarnaen dan Ketua Gabungan Pengusaha Eksport Indonesia Khairull Mahalli.

Ketua Kadin Sulut Jemmy Tumimomor mengatakan, kegiatan webinar ini sebagai bagian dari tugas Kadin untuk membina pengusaha daerah khususnya pengusaha UMKM dan sektor informal. Yang memang sangat merasakan dampak dari pendemi Covid-19 yang putaran ekonominya tergantung pada transportasi barang dan jasa serta diperparah dengan permintaan barang menurun karena daya beli maayarakat menurun.

“Dalam kesempatan ini sekaligus memperkenalkan kepada puluhan pengusaha UMKM dan sektor informal lainnya bahwa Kadin Sulut sudah membuat aplikasi Rumah Pangan Kadin Sulut berbasis web dan android. Dan sudah bisa diinstall di play store android masing-masing dan dalam dekat akan segera dilounching secara besar-besaran. Karena semua UMKM bisa jualan mulai dari pengusaha barito, gorengan dan semua produk home industri secara online bukan hanya di Sulut tapi bisa antar pulau bahkan sampai pasar luar negeri,”beber Tumimomor.

Sementara itu, Ketum Kadin Indonesia Eddy Ganefo menuturkan, bahwa undang-undang No 1 thn 1988 secara jelas mengatakan pembinaan dan pengembangan kemampuan pengusaha Indonesia ditujukan terutama kepada pengusaha menengah, kecil dan pengusaha sektor informal yang pada kondisi covic 19 sudah terkena langsung dampaknya. Menurutnya, karena itu saat ini perhatian pemerintah sudah seharusnya untuk berkosentrasi pada pengembangan sektor UMKM dan Kadin mempunyai tugas untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membina UMKM dan pengusaha sektor informal lainnya.

“Dalam hubungan dengan revolusi industri 4.0, kita mengusulkan pemerintah untuk paling tidak dapat menyediakan spot-spot internet gratis bagi masyarakat khususnya daerah dimana UMKM bisa menjual barangnya secara online dari produk rumahan sehingga mereka bisa survive,”ujar Ganefo.
Selain itu, Asdep Kemenko Perekonomian RI Ichsan Zulkarnaen dalam materinya mengatakan kondisi Krisis Moneter 1998 berbeda dengan Kondisi ekonomi 2020 saat ini. Kondisi ekonomi yang lalu hanya mempengaruhi sektor moneter sedangkan demand terhadap barang tidak berubah. Kata dia, sehingga UMKM bisa bertahan demikian juga episentrumnya jauh berpusat di Amerika.

“Saat ini pandemi Covid-19 mengahantam sektor kesehatan dan menghancurkan ekonomi keseluruhan baik suply dan demandnya. Pemerintah lewat Kementrian Ekonomi melaksanakan pendekatan solusi 2 (dua) step, yaitu step 1. Menjaga ekonomi bisa survive lewat relaksasi kredit dan kebijakan fiskal. Sedangkan Step 2 adalah akselerasi yaitu diantaranya dengan perluasan pasar dan digitalisasi, sehingga sehubungan dengan usulan Kadin Indonesia untuk penyediaan internet gratis sudah menjadi kajian pemerintah,”terangnya.

Sementara itu, Khairull Mahalli selaku Ketua DPP Gabungan Pengusaha eksport Indonesia mengatakan tentang perlunya pelatihan-pelatihan dalam menyiapkan barang berkualitas eksport. Mulai dari proses produksi sampai pembuatan kemasan sehingga mampu mengangkat brand image yang saat ini memang menjadi kelemahan produsen Indonesia di mata International.

“Peluang pasar internasional masih potensial dan saat ini kita bisa eksport tidak harus menunggu ratusan kilogram tapi dengan 1 KG pun kita bisa eksport. Dari data perdagangan  di tengah pandemi Covid-19 tercatat dibeberapa negara justru eksport Indonesia mengalami kenaikan nilai ekspor signifikan. Karena itu GPEI dan Kadin Sulut dalam waktu dekat akan melaksanakan pelatihan pengusaha berbasis eksport dan pendataan komiditi andalan Sulut yang dapat di

Pemdes Ongkaow Tiga Salurkann BLT DD Tambahan

Minsel,SuaraKawanua–Setelah Mendapatkan Persetujuan Bupati Christiany E Paruntu SE, Untuk pertama kalinya di Minahasa Selatan realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tambahan tahap satu di desa Ongkaw Tiga resmi di salurkan.

Bertempat di Balai Desa Ongkaw Tiga, Penyaluran BLT DD Tambahan tahap satu ini kepada 108 penerima manfaat yang dipimpin langsung oleh Penjabat Hukum Tua desa Ongkaw Tiga Evan Tamanken S. AP.

Pemdes Ongkaw Tiga Resmi Salurkan BLT DD Tambahan Tahap Satu Kepada 108 Penerima Manfaat

Evan dalam sambutannya mengatakan “agar penerima manfaat dalam menggunakan uang yang akan di dapat ini di usahakan gunakan semaksimal mungkin, misalnya, belanjakan untuk kebutuhan pokok, beras, ikan, telur, minyak, susu dan obat jika lagi sakit sehingga asas manfaatnya terasa tutur Tumanken.

Lanjut hukum tua” atas nama masyarakat desa Ongkaw tiga tentu sangat berterima kasih kepada Bupati CEP yang sudah mengabulkan permohonan penambahan BLT DD ini, karena uang ini sangat bermanfaat sekali masyarakat penerima manfaat apalagi dalam situasi di seperti ini, apa lagi ada wabah Korona tutup Evan.

Hal senada di sampaikan oleh Camat Sinonsayang Jhony Laoh, ”agar masyarakat membelanjakan uang yang di dapat ini di warung yang ada di desa Ongkaw tiga agar bisa menggerakkan ekonomi mikro menengah di dalam desa.

Pemdes Ongkaw Tiga Resmi Salurkan BLT DD Tambahan Tahap Satu Kepada 108 Penerima Manfaat

Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa PMD Hendri Lumapow mengatakan bahwa mekanisme usulan penambahan ini sudah sesuai aturan yang ada dan tidak masalah, termasuk musdes Khusus di tingkat desa sudah di laksanakan sehingga di kabulkan, apalagi verifikasi dan validasi lapangan langsung di tinjau dan di lakukan oleh Ibu Bupati CEP sendiri, dan sudah di setujui sehingga penambahan penerima manfaat BLT DD ini Sah dan sudah sesuai aturan ujar Lumapow.

Adapun total keseluruhan penerima manfaat BLT DD di desa Ongkaw tiga berjumlah 65 tambah 109 jadi 174, 1 orang penerima manfaat tambahan akan di refisi karena ada miskomunikasi dalam pendataan.(***)