Daily Archives: January 17, 2021

Pelaku Penganiayaan Di Tenga dilumpuhkan Tim Resmob

Aksi pembunuhan Di Tenga

Minsel,SuaraKawanua–Peristiwa penganiayaan mengakibatkan meninggalnya orang, terjadi di Desa Tenga, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada Sabtu malam (16/01/2021) pkl. 23.00 wita.

Kasus penganiayaan ini dilakukan oleh tersangka lelaki FT alias Farly (24), warga Desa Tenga, terhadap korban lelaki Verna Laoh (37), sesama warga Desa Tenga.

Tersangka melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang menyebabkan korban meninggal dunia.

Usai melakukan penganiayaan, tersangka melarikan diri ke rumah pacarnya di Amurang, selanjutnya ke salah satu Kelurahan di Kecamatan Tondano Timur, Minahasa.

Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Selatan bersama Tim Resmob Polres Minahasa, akhirnya berhasil mengamankan tersangka pada Minggu (17/01/2021), pkl. 11.30 wita.

“Saat hendak diamankan, tersangka melawan petugas dan berusaha melarikan diri. Terjadi kejar-kejaran, namun akhirnya tersangka dilumpuhkan petugas,” terang Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara, SIK.(**/red)

Bencana Korban Makan Korban jiwa

Manado,SuaraKawanua– Hujan lebat yang mengguyur Kota Manado dan sekitarnya disertai angin, yang terjadi sejak Jumat (15/1/2021) hingga Sabtu (16/1/2021membuat sejumlah wilayah terkena bencana, baik itu banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. Bahkan bencana tersebut sudah menelan korban jiwa.

Menyikapi hal tersebut, personel Brimob bersama Satuan Kepolisian lainnya dan unsur terkait turun ke lapangan melakukan evakuasi.

Terpantau Tim 1 Batalyon C Pelopor Brimob berjumlah 15 orang yang dipimpin Iptu Yeri Mansa melakukan pembersihan jalan UPTD RSJ Ratumbuisang yang terkena longsor.

Pembersihan material longsor dilakukan selama 4 jam sejak pukul 14.00 Wita, pada hari Sabtu (16/1).

Sementara itu Tim II Batalyon A Pelopor berjumlah 20 personel dipimpin Iptu N. Moekari melaksanakan evakuasi korban tanah longsor di Perkamil Manado, dimana terdapat jumlah korban sebanyak 3 orang.

Selanjutnya Tim II bersama Basarnas juga bergerak  melakukan evakuasi korban tanah longsor di Asrama Polisi Paal 4 Manado, terdapat 1 orang korban meninggal dunia.

Dilanjutkan melakukan evakuasi korban tanah longsor di Jalan Sea Malalayang, dimana terdapat 2 korban meninggal dunia.

Sedangkan Tim 3 Batalyon C Pelopor Brimob berjumlah 16 personel dipimpin Kompol I Wayan Wimantara melaksanakan pembersihan jalan Trans Sulawesi di Desa Tanawangko.

Proses evakuasi juga dilakukan personel Samapta Polda Sulut dan Polairud terhadap korban banjir di beberapa lokasi, di Kota Manado.

Lokasi yang terkena banjir diantaranya, Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken Jalan Pogidon, Kelurahan Maasing Lingkungan  1 dan V, Jalan Trans Sulawesi Tugu Boboca Malalayang Kota Manado, Depan Rumah Sakit Siti Maryam Tuminting, Kelurahan Pakowa Lingkungan, Seputaran SPBU Tikala, Kelurahan Titiwungen Kecamatan Sario, Kelurahan Sakobar Lingkungan IV Kecamatan Sario, Kelurahan Titiwungen Lingkungan V, Kantor Dinkes Kota Manado, Kelurahan Ranotana Kecamatan Sario Manado Seputaran Stadion Klabat, Aspol Sario Kecamatan Sario Kota Manado dan Jalan Bethesda.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menyatakan turut prihatin dan berduka cita atas musibah banjir dan tanah longsor yang sudah menelan korban jiwa.

“Kami berharap seluruh warga tetap waspada dengan fenomena alam yang saat ini sedang ekstrim, tetap selalu berhati-hati dalam melaksanakan aktifitas,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di lokasi rawan bencana banjir, tanah longsor dan pinggiran pantai, untuk sementara mencari lokasi yang aman.(**)

Anggota Polsek Tikala Jadi Korban Tanah Longsor

Manado,SuaraKawanua–Korban tanah longsor di Kota Manado, kembali bertambah. Baru saja diberitakan tewasnya satu keluarga di Kelurahan Perkamil, muncul lagi kabar mengejutkan. Seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Tikala, meninggal karena tertimbun tanah longsor.

Informasi diperoleh, tanah longsor yang menimpa salah satu rumah Asrama Polisi (Aspol) di Kelurahan Paal 4, menelan korban jiwa. Aiptu Kifny Kawulur (49) yang saat itu sementara memperbaiki dapur yang kemasukan air, tertimpa tanah longsor.

Warga yang mendengar bunyi keras tanah longsor, langsung mendekati lokasi. Mereka bergotong-royong mengeluarkan korban yang masih berada di bawah puing rumah dan tanah longsor.

Setelah sekira 30 menit menyingkirkan puing, korban berhasil dievakuasi. Tim dokter kepolisian yang sementara melakukan kegiatan patroli, langsung menuju lokasi dan melakukan pertolongan pertama. Selanjutnya korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Manado dengan menggunakan mobil ambulance.

Upaya tim dokter menyelamatkan nyawa korban, tidak berhasil. Anggota Polri itu akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir.

“Korban sudah meninggal dunia,” kata petugas.(**)