Berita Di FB Mengenai Penyitaan Kendaraan milik warga Menunggak Bayar Melibatkan Oknum Polisi Hoaks

TALAUD,SuaraKawanua–Warga Perbatasan utara NKRI khususnya di Kecamatan Nanusa belum lama ini di hebohkan dengan kedatangan 6 orang yang terdiri dri 3 anggota polri Polres Kepulauan Talaud F alias Arjun, RS alias Kiki, AS alias Anggi dan 3 orang dari pihak finance, melakukan penarikan Kendaraan bermotor Roda 4 dan berhasil menemukan 6 unit ranmor R4 jenis picup barang jaminan fidusia yang menunggak setoran.

Pasalnya, dari 6 mobil tersebut 3 unit di kembalikan ke pemilik dan 3 diantaranya di bawa paksa oleh petugas kepolisian dan petugas finance ke polsek nanusa, sehingga membuat para pemilik mobil tersebut mengajukan keberatan kepada pihak finance yang di dampingi anggota polri itu, dan mempertanyakan surat tugas.

“mereka tidak bisa menunjukan sutgas, tidak menunjukan sertifikat jaminan fidusia dan dokumen lainnya yang ada hubungannya dengan barang jaminan,” ucap salah satu pemilik kendaraan yang di sita aparat itu.

Menanggapi hal ini pihak kepolisian Talaud Melalui, melalui Kasat Rescrime Iptu Ricky Hermawan S. Tr. K kepada media ini mengatakan, jika ada anggota satreskrim yang bertindak sembarangan, apalagi melakukan perampasan itu sudah tindak pidana dan bisa diproses secara hukum peradilan umum. Jadi tidak mungkin ada anggota polri, khususnya Polres Talaud dan satreskrim melakukan tindakan yang sembarangan apalagi melanggar Aturan tindak pidana.

“Apabila masyarakat merasa dan melihat dapat melapor secara resmi ke kantor polres kepulauan Talaud, di PROPAM apabila pelanggaran disipilin dan kode etik, dan di SPKT apabila tindak pidana.”Kata Hermawan.

Dalam kasus ini, silahkan yang merasa dirugikan untuk datang ke kantor dan melapor secara resmi, selama syarat formil pembuatan laporan terpenuhi maka kami polres kepulauan talaud akan menerima laporan dan khususnya satreskrim akan menangani secara profesional.

Apabila yang dilaporkan perampasan kendaraan, maka dapat membawa syarat formil bukti kepemilikan kendaraan berupa: -STNK, BPKB, bukti angsuran/surat keterangan mengangsur dari finance (apabila masih dalam masa angsuran)

Namun sebaliknya apabila kendaraan tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan bukti kepemilikanya kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait tentang kejelasan status kendaraan tersebut. Apabila diduga bodong maka pemegang kendaraan bisa diproses pidana sebagai penadah dan penjual kendaraan telah melanggar tindak pidana fidusia ataupun tindak pidana penggelapan.

Dan terkait postingan dimedia sosial yang memuat berita miring/ hoax pun ada undang-undang ITE yang mengaturnya.

Kami masih akan menunggu laporan oknum yang merasa dirugikan juga akan mendalami informasi dan menindaklanjuti secara promoter..(*/tattu mayored)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *