Brantas DBD, Warga Harus jaga Kebesihan Lingkungan Dan Terapkan 3M Plus

Kabid P2P Yunike Panambunan

Minsel, SuaraKawanua–Kepala Dinas Kesehatan Minsel dr Edwin Schouten melalui Kabid P2P Yunike Panambunan Ketika ditemui media ini mengatakan, berdesusnya kasus DBD di Kabupaten Minahasa Selatan dan dari hasil laporan Puskesmas beberapa puskesmas termasuk Puskesmas Tenga, Rumah Sakit Daerah Amurang dan puskesmas Lainnya, hal ini membuat Instansi teknis langsung action dengan cara melakukan penyemprotan Foging di daerah yang dinyatakan ada kasus DBD. Hal ini ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Bupati Christiany Eugenia Paruntu kepada Puskesmas dan Rumah Sakit dalam rangka pengendalian DBD di Minsel.
Berdasarkan Edaran Bupati Minsel, hal ini langsung ditindaklanjuti dengan rapat atau pertemuan dengan 17, puskesmas di 17 kecamatan di Kabupaten Minsel. “yang pasti melalui kasus ini maka Bupati langsung menerbitkan Surat Edaran kepada 17 Puskesmas”, kata Panambunan.

Lagi Panambunan menambahkan guna memberantas DBD di Kabupaten Minsel dibutuhkan bersih lingkungan dan penerapan 3M plus, karena penyemprotan hanya membrbatas nyamuk dewasa, sementara untuk membratas jentik jentik dibutuhkan penerapan bersih-bersih lingkungan dengan cara mengamankan barang-barang bekas. “, melakukan penyemprotan atau fogging hal diatas hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Sedangkan nyentik nyamuk tidak ada yang terbunuh. Karena, 100 nyamuk dewasa mati lantaran fogging. Dan 1000 jentik nyamuk akan menjadi dewasa, makanya dibutuhkan bersih lingkungan dan penerapan 3M plus. (Hanny)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *