Category Archives: Bitung

Warga Bitung Sehari 2 di Makamkan Sesuai Protap Covid-19

Bitung, Suara Kawanua.web.id- Dua pasien PDP warga Bitung meninggal dunia dan dimakamkan sesuai protap covid-19. Minggu (26/04/2020)

Frangky Ladi Juru bicara gugus tugas covid-19 kota Bitung mengatakan, kedua Pasien PDP yang meninggal yang pertama merupakan warga Kecamatan Maesa jenis kelamin perempuan umur 45 tahun, meninggal di RSU Prof Kandou sekitar pulkul 05:00 wita, sudah di makamkan di TPU Pinangunian pukul 10:00 wita.

Sementara yang kedua, warga kecamatan Matuari laki-laki umur 66 tahun, meninggal di RSU Manembo-Nembo sekitar pukul 10:00 dan sudah di makamkan di TPU pinokalan pukul 13:00.

“Perlu di ketahui informasi yang didapat lewat dinas kesehatan kota Bitung, kedua-duanya punya riwayat penyakit ginjal, tapi karena status PDP makanya dimakamkan sesuai protap covid-19” ujar Ladi.

Ladi juga menjelaskan, keduanya belum ditetapkan positif covid-19 tapi sementara menunggu hasil swab test.

“ Diharapkan warga jangan panik, dan tetap mengikuti himbauan pemerintah jaga kesehatan, rajin cuci tangan, tetap tinggal dirumah, lingkungan bersi dan apabila harus keluar disaat penting wajib menggunakan masker dan membawah Sanitizer.” Tegasnya

Sang “Pacar Merah” Ismail Rahman Membagi Berkat Dasar Tau Rasanya Hidup Susah

Minut,SuaraKawanua-Merasa turut sepenanggungan dengan masyarakat yang terdampak dari Virus Corona (Covid-19), Rahman Ismail kembali bergerak melakukan sedekah sosial dengan membagikan Bapok di Kecamatan Kauditan dan Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Selasa (14/04/2020).

Pacar Merah sapaan akrab Komisioner Bawaslu Minut ini, terus menjalakan aksi kemanusiaan. Dengan harapan bantuan tersebut, bisa meringankan beban bagi kaum marjinal yang secara ekonomi terdampak efek pandemi Covid-19.

“Semoga ini amanah dan bisa sedikit meringankan beban warga yang mau tak mau harus tinggal dirumah, tanpa penghasilan akibat wabah covid 19. Semoga wabah ini segera berlalu dan masyarakat juga bisa bekerja seperti biasa,” harap Ismail.

Lanjutnya, kegiatan kemanusiaan ini, murni dari pribadinya. Dan tak ada narasi pencitraan, karena dirinya bukan sebagai calon bupati/wabup atau Timses calon serta bukan dari parpol.

“Ini bukan soal pencitraan, karena saya tidak ada kepentingan apapun. Ini Murni sedekah sosial di tengah pandemi COVID-19,” tegas mantan wartawan senior ini.

Putra Buton ini, pun mengajak kepada masyarakat yang memeliki kelebihan berkat untuk bahu-membahu melakukan aksi yang sama. 

“Saya memberi bukan karena berlebih, tapi karena saya tahu bagaimana rasanya hidup susah. Dan itu sering saya alami,” ujar tukas alumni Unsrat ini.

Deketahui, sedekah sosial Rahman Ismail itu, membagikan 200 kilo gram beras, 600 biji telur, 250 masker untuk penyaluran di Desa Kauditan I, Kauditan II, Kema I, Kema II, Kema III, dan Tountalete.

Sebelumnya, Rahmana Ismail telah melakukan aksi sosial ini di Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kauditan pada awal April. Kegiatan ini terus akan berlanjut hinggap 10 kecamatan di Minut, dan Rabu (15/04/2020) jadwalnya akan ke Kecamatan Likupang Barat.

Sementara dalam pantauan media ini, Rahman Ismail disambut antusias oleh warga, saat datangi di rumah mereka maupun bertemu di jalan. Bahkan, Rahmana Ismail pun didoakan warga pemenerima bantuan. (INNOR)

Refleksi Paskah Yesus, Teladan Menyuarakan Kebenaran



Suara Kawanua-Paskah bagi umat kristiani adalah sebuah peristiwa penyelamatan manusia dari lembah dosa yang dilakukan oleh Yesus. Pada saat itu umat kristiani mengalami pengampunan pada dosa-dosa yang telah dilakukanya karena silih dari kurban Yesus Kristus yang wafat dikayu salib.  Pada perayaan paskah itu umat kristiani kembali menjadi bersih dari dosa dan segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang disengaja atas sesamanya.

Maka harapannya bahwa karena kurban Yesus ini umat Kristiani diharapkan juga mampu meneladan Yesus yang rela mati dikayu salib demi menebus dosa manusia, Artinya saling memafakan dan mengapuni kesalahan sesama adalah hal yang diharapkan.

Paskah tidak hanya soal bagaimana Tuhan mengampuni dosa manusia dan mengembalikan relasinya baiknya dengan penebusan atas dosa-dosa manusia melalui sengasara, wafat dan kebangkitan Kristus melainkan lebih dari itu, Allah memberikan teladan bagaimana kita harus menjadi manusia yang berani iklas untuk menjadi silih bagi kebaikan dunia ini. Bukankan memberikan pengampunan itu bisa dikatakan adalah tanpa batas seperti yang pernah di kisahkan dalam injil mengenai soal pengampunan itu adalah tujuh kali tujuh puluh tujuh. Hal inilah menujukan begitu besar kasih Allah Bapa yang tak berkesudahan.
Paskah juga merupakan titik balik kita untuk berani mengampuni masa lalu,masa lalu dimana rasa kemanusiaan, rasa keadilan dan rasa iman tercabik oleh ulah orang orang yang tak bertangungjawab mengoyak rasa iman. Paskah adalah saat dimana kita menikmati kebersamaan bersama Yesus dengan lebih intim. Duduk dibawah salib menikmati kebebasan yang diberikan Allah melalui  kematian Yesus Kristus dikayu salib.

Lalu apakah kematian itu menjadi kebahagiaan. Tentu tidak jawabanya, saat manusia tidak lagi mampu keluar dari belenggu dosa dan semakin jauh terseret pada arus dosa kematian dan kesia-siaan tinggal menunggu waktu. Kematian sia-sia adalah kemalangan bagi umat kristiani. Kematian sebagai silih atas dosa manusia adalah adlah hal yang bagi umat kristiani. Kematian Yesus sebagai silih adalah layak diteladani, hal ini bukan berarti umat kristiani harus mati sebagai silih melainkan keberanian untuk berkorban menyuarkan kebenaran itulah arti salib yang sesungguhnya.

Paskah adalah sebuah titik balik bagi umat kristiani untuk kembali berjuang melawan dosa dan menjadi silih atas dosa seperti apa yang diajarkan oleh Yesus sendiri menjadi silih atas dosa manusia.
menjadi penanda awal dimana Yesus telah siap untuk menjalani kisah sengsaranya hingga wafatnya. Ia memulai tanda itu dengan membasuh kaki para muridnya yang artinya kemauan untuk melayani sesama diuji dan di contohkan oleh. Yesus. selain itu perjamuan terakhir adalah sebuah tanda bahwa kebersamaan adalah keutamaan yang tidak boleh di tinggalkan, meskipun didalamnya ada penghinatan. Penghianatan menjadi tidak berarti jika kebersamaan dibawa dalam sebuah semangat untuk mencapai kehidupan bersama yang lebih baik. Disini sifat egois kita diuji dan diberi teladan untuk sabar menghadapi segala hal yang akan terjadi.

Pada Jumat Agung adalah perayaan yang mengenang sengsara dan kematian Yesus, disitu kita umat kristiani diajak dan diajarkan bagaimana kita berani mengabil resiko mengenai kebenaran yang kita suarakan. 

Malam paskah kita diajak untuk merenungkan penyertaan Allah Yang begitu sempurna disaat itupula kita diingatakan bahwa Allah Awal dan akhir, Alfa dan omega dimana saat gelap telah sirna dan digantikan cahaya terang sinar kemuliaan Allah Bapa kita menjadi manusia baru yang siap ditempa kembali oleh kehidupan, dan  dengan bekal teladan Yesus yang adalah Sang Imam, Guru dan Raja.
Dengan berkat penebusanya dosa kita diampuni dan kita kembalikan resalsinya dengan Allah Bapa disurga, Lalu tidak ada lagi yang patut di takutkan. Mari berkarya tanpa ragu dan takut karena kita yakin akan penyertaan Allah Berbuat benar dan baik adalah sebuah keutamaan telada Yesus Kristus Sang Guru Kehidupan Sejati. Selamat Paskah Damai Dihati Karena Allah Bapa Menyertai. (Innor/*)