Category Archives: Tomohon

Tomohon Ketambahan 5 Pasien Covid-19: 4 KERT Kasus 58, 1 Tidak Ada Riwayat Perjalanan

Tomohon,SuaraKawanua—Setelah kemarin bertambah 2, hari ini (19/5) pasien terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut) bertambah 10.

Disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut dr Steaven Dandel MPH, total kasus terkonfirmasi positif di Sulut sebanyak 126. Pasien yang sembuh sebanyak 31 orang. Sementara pasien meninggal bertambah 1 orang, sehingga total yang meninggal 8.

Dandel menerangkan, hari ini Tomohon bertambah 5 kasus positif Covid-19. “Yakni kasus 118, 121, 123, 124, dan 125,” bebernya.

Pasien 118, 121, 123, dan 125, adalah kontak erat resiko tinggi (KERT) dari kasus 58. “Pasien 118, laki-laki umur 47 tahun. Pasien 121, perempuan umur 50 tahun. Pasien 123, perempuan 45 tahun. Pasien 125, perempuan umur 1 tahun,” bebernya.

“Sementara kasus 124 tidak ada riwayat perjalanan kemanapun. Perempuan usia 72 tahun,” tukasnya.(*/mp/tim)

Sejumlah PDP Asal Tomohon Dinyatakan Sembuh, Termasuk Bayi Empat Bulan

Tomohon,SuaraKawanua– Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tomohon melalui juru bicaranya Yelly Potuh SS mengumumkan adanya penambahan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga Kamis (07/05/2020).

Penambahan jumlah tersebut meliputi, pasien perempuan umur 80 tahun dari Kecamatan Tomohon Tengah yangsedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tomohon dengan hasil pemeriksaan rapid test non reaktif dan hasil pemeriksaan swab test sedang ditunggu.

Kemudian pasien perempuan umur 72 tahun dari Kecamatan Tomohon Selatan masuk salah satu rumah sakit swasta di Kota Tomohon Selasa 5 Mei 2020 dengan hasil pemeriksaan rapid test maupun swab test sedang ditunggu.

Serta pasien laki-laki umur 72 tahun dari Kecamatan Tomohon Tengah sedang dirawat juga di salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kota Tomohon dengan hasil pemeriksaan rapid test non reaktif dan menunggu hasil pemeriksaan swab test.

Selain iu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tomohon juga mengabarkan kabar baik dimana pasien laki-laki umur 30 tahun dari Kecamatan Tomohon Selatan yang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tomohon dengan hasil pemeriksaan rapid test non reaktif dan sejak Selasa 5 Mei 2020 dinyatakan sudah tidak termasuk dalam kriteria PDP lagi.

Satu orang lagi pasien perempuan umur 77 tahun dari Kecamatan Tomohon Timur yang sebelumnya terlapor PDP dinyatakan sudah tidak termasuk kriteria PDP lagi dan saat ini pasien dilaporkan sudah pulang ke rumah dan terhadap pasien tidak dilakukan pemeriksaan rapid test maupun swab test.

Satu orang perempuan umur 29 tahun dari Kecamatan Tomohon Barat juga dilaporkan sudah diizinkan pulang ke rumah juga dan melakukan isolasi mandiri dipantau puskesmas setempat karena setelah dilakukan dua kali pemeriksaan rapid test hasilnya non reaktif dan foto kontrol sudah dinyatakan baik dan hasil pemeriksaan spesimen swab test sedang ditunggu.

Dan bayi laki-laki dengan status PDP umur empat bulan dari Kecamatan Tomohon Selatan dilaporkan juga sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit pada Rabu, 6 Mei 2020 dengan hasil dua kali swab test negatif atau bukan COVID-19.(bm/tim)

Lambat Tangani Pasien, Rumah Sakit Betesda Tomohon Disorot

Minsel,SuaraKawanua–Melvin Amelia Suak (33), Warga Desa Wolaang, Kecamatan, Langowan Timur, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan di Rumah Sakit (RS) GMIM Bethesda Tomohon, Sulawesi Utara.

Suami korban, Windo Mailangkay (39) menceritakan, sebelum ajal menjemput, istrinya yang merasakan akan bersalin memintanya untuk mengantarkan ke rumah sakit swasta yang ada Kota Tomohon tersebut pada Selasa (7/4/2020) siang.

Dia pun bergegas menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan medis.

“Memang istri saya yang meminta untuk melahirkan di rumah sakit ini. Karena sepanjang kehamilan istri saya, beberapa kali kami datang memeriksa kehamilan di rumah sakit ini,” kata Windo.

Sejak dirawat di RS Bethesda, Melvin terus mengalami kontraksi sebagai tanda bahwa bayi yang dikandungnya itu terus aktif, dan segera lahir.

Melvin, lanjut suaminya, terus merasakan sakit. Makanya, kondisi istrinya tersebut langsung disampaikan ke perawat yang bertugas.

Dokter juga sudah memeriksa beberapa kali, hingga akhirnya dua hari kemudian pada hari Kamis (9/4/2020) pagi diputuskan untuk dilakukan proses operasi.

“Saya dan mertua saya yang tanda tangan persetujuan untuk operasi,” ujarnya. Namun setelah dipertimbangkan, dokter mengatakan ada petunjuk bahwa pasien bisa melalui proses melahirkan normal. Sehingga proses operasi pun ditunda,” ujar Windo.

Beberapa menit kemudian istri korban masih merasakan kesakitan. Tetapi hanya perawat yang melakukan pemeriksaan terhadap istrinya.

Keluhan sakit ini terus terjadi hingga berjam-jam, hingga akhirnya sekitar hampir 14 jam menahan sakit tepat pukul 11.00 Wita Kamis (09/04/2020), Melvin meninggal dengan bayinya yang masih dalam kandungan.

Beberapa menit sebelum meninggal, Melvin mengeluarkan cairan darah dari mulutnya.

“Sudah kami kasih tahu ke mereka (tim medis) tapi katanya menunggu dokternya. Beberapa saat sebelum istri saya meninggal, saya sudah memanggil perawat tapi terlambat. Istri saya sudah meninggal,” ujar Windo sambil mengusap airmatanya dan berpaling memeluk istrinya yang terbujur kaku dalam peti jenasah di rumahnya.

Informasi berpulangnya Melvin, sempat membuat kaget warga Desa Wolaang. Karena korban yang kesehariannya pegawai di RSUD Noongan, Minahasa, juga sebagai majelis di Gereja GMIM Sion Wolaang.

Almarhum saat ini sudah disemayamkan di pemakaman umum Tompaso pada Sabtu (11/04/2020).

Sementara itu, pihak RS Bethesda saat dihubungi media ini di nomor kontak Humas 081241464864 dan nomor kantor di 0431 354033 dan 0431351024 tak ada jawaban. Bahkan kedua nomor terakhir tak bisa dihubungi.(*)