Tag Archives: dana

Dandes Desa Tumpaan Kena Sasaran, Lumentah Berterima Kasih Ke Bupati CEP

MINSEL, SuaraKawanua-Pejabat Hukum tua Desa Tumpaan Lucky Lumenta terus memgoptimalkam baik Alokasi Dana Desa (ADD) Mauoun Dana desa (DD) yang masuk tahun 2019 ini. Dan itu dibuktikan dengan kontribusi pembangunan fisik juga pelaksaan bintek baik BPD maupun Bintek perangkat desa. Sementara dengan terkucurnya baik ADD maupun ADD yang masuk ditahun 2019 ini, Lumentah melakukan terobosan yang membuat masyarakat menerima kepuasan.

Terkait soal Dana Desa, semua terpantau lancar dan terkendali. Bahkan Pantau media di desa Tumpaan, hal ini membuktikan bahwa pengunaan ADD dan DD di Desa Tumpaan berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Bahkan sejumlah warga Tumpaan yang ditemui mengatakan salut dan bangga kepada Hukum Tua desa Tumpaan yang mampu mengfungsikan dana desa sesuai dengan peruntukkan. Buktinya pembuatam dranaise dan setapak tuntas dilaksanakan.

Dan dengan pembanggunaan baik Dranaise dan lainnya, hal ini jelas sangat membantu warga desa Tumpaan “. Kami salut dan bangga untuk hukumtua dan tim kerja yang mampu menyelesaikam pekerjaan fisik serta pelaksaan Bintek baik BPD maupun Perangkat Desa, hal ini jelas sangat membantu masyarakat desa “Kata Lumentah.

Lagi Lumentah mengatakan anggaran ini memang sudah ada yaitu Dana Desa. Dan ADD dan itu langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa Tumpaan, “karena sudah dianggarkan untuk pemerintah desa Tumpaan, maka Dandes, tahap tiga, dengan jumlah sebesar Rp. 339.200.000, untuk jalan setapak Drainase dan lainnya.,Selain itu, Hukum tua menambahkan, ini akan memperlancar kegiatan Warga serta memajukan pembangunan Desa.” Dan selaku pemerintah akan mengawasi pengerjaan dandes.” kata Lumentah.

Selaku Warga Desa Tumpaan pasti melakukan pembangunan pekerjaan dengan sistem yang lengkap, di mana melibatkan masyarakat, dengan jumlah pekerja lebih sedikit 30 orang, kegiatan fisik dengan anggaran Dana Desa yang memuat kegiatan pembuatan Jalan Setapak di jaga 2, Plat Duiker / jalan Setapak di jaga 5 , Pembuatan saluran udara di jaga 6, Penerangan Lampu jalan 20 unit, Rehabilitasi saluran udara di jaga 1 dan pembuatan platinum untuk profil Desa.

Bekerja sama dengan TPPK, Frangky Monintja, Jackson Muaja dan Juriko Manengkey, juga anggota lainnya kami melaksanakan pekerjaan ini.

“Pekerjaan pekerjaan ini adalah sesuai dengan usulan Masyarakat saat penggalian gagasan yang disepakati bersama lewat RKPDes dan ditetapkan dalam APBDes 2019,” kata Lumentah.

Bimtek penggunaan anggaran Dandes yang diikuti oleh para Hukumtua.

,

Kami Dari Pemerintah Desa, menyampaikan terima kasih atas bantuan Pemerintah pusat yang sampai saat ini terus dikucurkan, terutama kepada Bupati Tetty Paruntu yang tidak kenal lelah dalam memajukan Daerah kita Minahasa Selatan, ” Terimakasuh kepada Bupati Minsel CEP yang sudah berjuang untuk kabupaten Minsel Dalam Melobi anggaran ke pemerintah pusat, sehingga baik baik fisik dan pelaksanaan bimtek yang dapat dilaksanakan oleh pemetintah desa .”Kata Lumentah.(Hanny)

Tidak Ada Ampun Bagi Pelaku Korupsi Dana Desa

JAKARTA,SUARAKAWANUA-Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius mengimbau para kepala desa agar mempergunakan segala bentuk dana bantuan dari pemerintah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Imbauan kami kepada kepala desa khusus tentang dana desa atau dana lain agar menggunakan dana tersebut sesuai peruntukannya sesuai aturan yang berlaku,” kata Kapolres Purwakarta, Rabu (20/11).

Matrius memutuskan, pihaknya tidak akan segan menindaklanjuti setiap kepala desa yang terbukti melakukan korupsi terhadap dana yang disetujui sepenuhnya menjadi hak masyarakat.

“Kami Polres Purwakarta akan melakukan pemantauan ke setiap desa, karena prinsipnya kami lebih baik membetulkan segala bentuk kesalahan dari awal setelah salah besar dan menyimpang jauh kami tebas,” tegasnya.

Dengan demikian, Matrius meminta para kepala desa mendukung proses pembangunan dengan cara menggunakan dana desa sesuai aturan, dan tepat sasaran.

“Kami tidak akan membiarkan mereka (kepala desa / red) melakukan tindak pidana korupsi yang lalu kami proses begitu saja, lebih baik dana desa kita pantau bersama dan memperbaikinya kita perbaiki bersama,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, pada Selasa (19/11) mantan Kepala Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, AP dijebloskan ke dalam penjara dan terancam hukuman 20 tahun penjara setelah terbukti melakukan penggelapan uang sewa tanah kas desa dengan nilai ratusan juta rupiah.(purnapolri/*)

Luntungan : Pertanyakan Dana Sertifikasi “Oemar Bakri” 4 Bulan Mengendap

MINUT, Suara Kawanua.web.id – Sangat disayangkan nasib para guru di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) lagi-lagi bermasalah. Pasalnya, informasi yang diperoleh hingga kini dana sertifikasi sekitar 4 bulan lamanya belum juga dicairkan ke rekening para Oemar Bakri di tanah Tonsea tersebut. Terkait ini kinerja Dinas Pendidikan dipertanyakan masyarakat.
Aktivis Minut William Luntungan mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari sejumlah guru bahwa hak mereka yakni sertifikasi hingga kini belum juga diterima. Kata Luntungan, dana itu sejak Juli sampai dengan Oktober kini belum juga dibayarkan ke para guru yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Minahasa Utara.
“Informasi yang kami peroleh dari para guru semua berkas sudah lengkap. Jika memang seperti itu apa lagi yang menjadi kendala sehingga belum bisa dibayarkan hak tenaga pendidik ini. Kami mempertanyakan kinerja Dinas Pendidikan sebagai lembaga yang mengurusi hal ini, kenapa dana itu mengendap sudah kurun waktu yang lama,”tanya Luntungan, tadi malam.
Ia menambahkan, bagaimana guru-guru tersebut dalam menjalankan proses kewajiban mereka untuk mengajar di sekolah masing-masing, sementara hak mereka sudah berbulan-bulan tidak mendapat kejelasan.”Kami meminta agar dinas terkait menseriusi hal ini,”tegasnya.
Sementara itu, salah satu guru yang berhasil diwawancarai mereka berharap agar dana sertifikasi itu segera dicairkan. “Jangan lagi ada alasan menunggu semua berkas lengkap baru dicairkan. Jangan sampai hanya karena sebagian guru yang belum lengkap berkas menghambat ratusan pengajar lainnya mendapatkan hak tersebut,”terang guru itu, yang enggan namanya diberitakan. (Ronni’As)