Tag Archives: desa

Pemdes Sapa Induk Salurkan BLT-DD Tahap Tiga Kepada 63 Penerima Manfaat

Minsel-Suarakawanua.web.id-Pemerintah Sapa Induk hari ini telah selesai menyalurkan bantuan langsung tunai BLT tahap tiga. ada sekitar 63 keluarga penerima manfaat menerima bantuan dari pemerintah ungkap Rita Pangkey Hukun Tua desa Sapa IndukKamis 02, juli 2020Penyaluran BLT digelar secara simbolis di balai Desa Sapa Induk yang dihadiri oleh Sekretaris Dinas PMD Altin Sualang, Pemerintah Kecamatan, Kapolsek Tenga, Perwakilan Koramil Tenga dan Inspektorat Minsel.Altin Sualang Sekretaris PMD dalam sambutannya mengatakan, bahwa bantuan BLT dari Pemerintah ini diperuntukan kepada masyarakat terdampak Covid-19 selama Enam bulan, dan Pemerintah Desa Sapa Induk sudah masuk pada tahap ketiga dengan nominal Rp.600.000 (enam ratus ribu rupiah) kemudian tiga bulan kedepan Pemerintah hanya menganggarkan Rp.300.000 (tiga ratus ribu rupiah) pada tiap-tiap penerima.” Oleh sebab itu anjuran Pemerintah agar Masyarakat yang menerima bantuan ini, agar digunakan sesuai Peruntukannya.artinya, untuk kebutuhan Sehari-hari selama Covid 19
“. Kata Sualang.

Sementara Camat Tenga Selvie Mandey M.pd dalam sambutannya juga mengingatkan kepada Masyarakat Penerima BLT agar memanfaatkan bantuan tersebut digunakan sebaik mungkin.”Semoga dengan diberikan bantuan tersebut kepada Masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik terlebih digunakan untuk keperluan Sehari-hari dengan membelikan bahan pokok buat kebutuhan Rumah Tangga yang ada”.harapnya(Ted\hanny)

Bupati Minsel kunjungi Desa Matani Prihal Penyaluran BLT DD

Minsel,SuaraKawanua–Pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2020, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu melakukan monitoring penyaluran BLT Dana Desa di Desa Matani Kecamatan Tumpaan.
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu hadir didampingi Kepala Dinas PMD Hendri Lumapow, SH, M.Si dan Camat Tumpaan Jimy Tumiwa dan turut juga hadir anggota DPRD Kab. Minsel Jen Lamia.
Hukum Tua Matani, Herm Lamia dalam sambutan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati dan melaporkan bahwa jumlah keluarga penerima BLT DD berjumlah 93 keluarga.
Sementara Bupati CEP mengapresiasi kerja keras Pemerintah Desa dan BPD sehingga proses dan mekanisme berjalan lancar. Bantuan ini dipantau langsung oleh oleh Bupati Minahasa Selatan DR.Christiany Eugenia Paruntu.SE yang akrab disapa Tetty Paruntu.

Kali ini Bupati minsel melakukan monitoring langsung di Desa Matani Kecamatan Tumpaan, Kamis (11/6).

“Saya akan mengawal dan memantau terus penyaluran BLT DD agar betul-betul sampai kepada masyarakat yang berhak menerima,” kata Bupati ketika membawakan sambutan di hadapan masyarakat penerima bantuan BLT DD.

Bupati pun menegaskan bahwa seluruh jenis bantuan yang diberikan pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
Ia juga meminta para penerima bantuan untuk manfaatkan uang tersebut guna membeli kebutuhan pokok.

“Pergunakan bantuan ini dengan sebaik baiknya. Belilah kebutuhan pokok dan jangan dimanfaatkan untuk keperluan yang tidak penting”, tuturnya.
Selain itu Bupati juga mengapresiasi kerja keras Pemerintah Desa dan BPD sehingga proses dan mekanisme penyaluran BLT DD berjalan lancar.

Sementara itu Hukum Tua desa Matani Herm Lamia menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati dan melaporkan bahwa jumlah penerima BLT-DD sebanyak 93 kepala keluarga.

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu hadir didampingi Kepala Dinas PMD Hendri Lumapow, SH, M.Si dan Camat Tumpaan Jimy Tumiwa, anggota DPRD Minsel Jen Lamia, Polsek Tumpaan. (Teddy/Hanny)

Pembangunan Inflastruktur Likupang Satu Secara Transparan

Minut, Suara Kawanua.web.id Keterbukaan informasi menjadi keberhasilan dalam pembangunan desa. Semakin transparan pembangunan desa maka akan semakin sukses, karena banyak yang mengamati, mencermati.

Pejabat Hukum Tua Desa Likupang Satu, Henokh Natari. Ak, SPd, menyatakan
Alokasi dana desa yang dikucurkan Pemerintah Pusat maupun dari APBD harus diumumkan secara transparan pada publik, agar diketahu warga desa. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya penyelewengan dana, kecurigaan publik, dan supaya pembangunan di desa dapat berlangsung secara kondusif.

“Dana desa pada intinya dipergunakan untuk kesejahteraan warga, mendorong pembangunan infrastruktur, perekonomian warga dan jenis pemberdayaan lainnya. Transparansi mutlak dilakukan pemerintah desa agar kepercayaan publik dan warga akan penggunaan dana desa dan saat ini kami mengerjakan jalan Lorong dengan panjang 90 meter dengan anggaran
Rp.56.8010.000, sementara disatu pekerjaan rabat beton dengan panjang 27 meter dengan di anggarankan
 Rp.12.986.000 dan hanya terpakai RP. 11.368.500 semua ini bersumber DanaDesa (DanDes), dan nantinya sisa anggaran dalam pekerjaan ini kami akan pertanggungjawabkan,” ujar Natari.

Hadir dalam peletakan batu pertama pembuatan jalan lorong antaralain toko masyarakat Forgam Lumele, Ketua BPD, dan aparat Desa Likupang Satu dan masyarakat. (INNOR)