Tag Archives: Kesehatan

Penetapan PAD Pukesmas Dan RSUD Ada Kesalahan

Minsel,SuaraKawanua- Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam membawa Kabupaten Minahasa Selatan sehingga ditetapkan sebagai Kabupaten Sehat 2019, adalah suatu prestasi yang membanggakan dan patut diberikan apresiasi.

Hal ini tidak lepas dari pelayanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD Amurang yang semakin prima dan terintegritas dengan pelayanan gratis, karena hampir dapat dipastikan seluruh masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan, telah terlindungi dengan kepesertaan BPJS Kesehatan ataupun BPJS Ketenagakerjaan.

Tentunya dengan disertai pelayanan gratis ini, telah berdampak pada capaian penerimaan Target Retribusi Pelayanan Kesehatan Puskesmas dan RSUD Amurang.

Berdasarkan data dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Minsel, dimana target Retribusi yang diberikan ke Dinkes Minsel untuk Retribusi Pelayanan Kesehatan Pusekesmas sebesar Rp 1,6 miliar dan RSUD Amurang sebesar Rp 1,9 miliar.

Total keseluruhan target yang dibebankan di Retribusi Jasa Umum pada Dinkes Minsel sebesar Rp.3,5 miliar dan tentunya angka ini tidak relevan dengan kondisi dan fakta dilapangan.

Kadis Kesehatan Minsel dr Erwin Schouten saat dihubungi awak media, Selasa (26/11/2019) mengatakan, angka dari target retribusi yang dibebankan ke Dinkes Minsel tentunya sangat tinggi dan tidak relevan dengan kondisi dilapangan.

Dia mencontohkan, pelayanan kesehatan di Puskesmas/RSUD tidak dipungut bayaran, karena sebagian besar pasien yang datang berobat tercatat sebagai kepesertaan BPJS Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan.

Ditambahkannya, tentunya hal ini sangat berpengaruh pada sumber pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas maupun di RSUD Amurang.

Dijelaskannya, adapun sumber retribusi yang masuk sebagian besar dipungut dari pengurusan surat kesehatan dokter atau surat berbadan sehat dan pelayanan kesehatan terhadap pasien non BPJS Kesehatan/BPJS Ketenagakerjaan.

“Angka dari target retribusi yang diberikan setelah dievaluasi ternyata tidak relevan dengan kondisi di lapangan. Kami telah melaporkan terkait hal ini ke BPPRD Kabupaten Minsel selaku pengelola retribusi dan pajak daerah,”ucap Schouten.

Ditegaskannya, capaian retribusi sampai bulan oktober 2019 yang didapat dari retribusi pelayanan kesehatan Puskesmas sebesar Rp.125.250.000.00 atau 7,83 persen dan RSUD sebesar Rp 705.929.500.00 atau 37,15 persen dan ini menandakan capaian retribusi tersebut tidak akan 100 persen sehingga harus ada revisi terhadap angka terget yang dibebankan.(*/hape)

Limbah Medis Kesehatan Ditemukan Di TPA Amurang

Minsel,SuaraKawanua- Limbah medis ditemukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan (Minsel) Sabtu (26/10/2019) pagi tadi.

Petugas kebersihan sampah nyaris jadi korban saat mengangkat limbah berbahaya itu.

Dari pantauan media ini, jenis medis yang ditemukan berupa jarum suntik bekas, kain kasa kotor dan obat-obat kadaluarsa. Mirisnya lagi, sampah penuh ceceran darah.

”Kami nyaris terkena suntik bekas saat mengangkat medis itu. Kami heran kenapa ada sampah medis dalam bak sampah itu. Padahal kami tahu ada tempat khusus untuk limbah medis,” ujar Kristovel salah seorang petugas sampah.

Disinyalir, limbah medis tersebut milik  dokter praktek pribadi atau klinik. Hal itu terlihat dari jumlah sampah yang tidak terlalu banyak jika dibandingkan milik Rumah Sakit. Belum lagi terlihat dari kardus obat-obatan paten. Hanya saja belum diketahui siapa pemilik sampah yang dapat menularkan penyakit itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Minsel, dr Erwin Schouten saat dimintai tanggapan mengenai kasus ini, mengatakan, seharusnya limbah medis tidak dibuang sembarangan.

”Mengingat limbah medis sangat berbahaya karena rentan tertular virus penyakit bagi orang yang terkena semacam suntikan bekas,” ujar Schouten.

Lanjut dia, limbah medis memiliki wadah khusus seperti insinerator atau mesin pembakar limbah medis. ”Limbah medis memiliki wadah atau tempat khusus seperti insinerator atau mesin pembakar limbah medis,” tambah Schouten.

Dia juga menyarakan bagi dokter praktek atau klinik yang tidak memiliki insinerator agar memakai pihak ketiga untuk mengangkut limbah medis agar ditempatkan pada tempatnya

Cuaca Tak Menentu Masyarakat Waspadai ISPA

James Harly Sompotan

Minut, SuaraKawanua-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa Utara meminta warga mewaspadai penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Kami meminta warga agar bisa mewaspadai penyebaran penyakit ISPA yang bisa terjadi,” kata Kepala Dinkes  James Harly Sompotan, belum lama ini.

Dia menuturkan faktor cuaca menjadi penyebab cepatnya penyebaran penyakit tersebut bagi warga.

“Kondisi cuaca yang tidak menentu, apa lagi kondisi saat ini sagat panas, bisa memicu terjadinya penyebaran ISPA yang bisa menyerang siapa saja,” katanya.

Ia meminta agar seluruh warga untuk menjaga kondisi kesehatan, agar tidak mudah terjangkit penyakit tersebut.

“Intinya jaga kesehatan seluruh anggota keluarga kita, selain itu menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal,”ujarnya.

Mantan Sekwan ini menambahkan, bagi warga yang terkena penyakit diharapkan segera memeriksakan diri ke Puskesmas yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Jika sudah terkena ISPA, kami sarankan segera memeriksakan diri ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” tandasnya.

Dia juga meminta kepada masyarakat, saat keluar dari rumah untuk menggunakan masker.

“Terutama yang, bagi masyarakat yang keluar rumah menggunakan kendaraan roda dua. Hal ini dilakukan untuk menghindari ISPA saat keluar,” kuncinya. (Ronni’As)