Tag Archives: pasar

Bupati Minsel Kunjungi Pasar Tumpaan ,Prihal Pemulihan Aktivitas Ekonomi

Minsel,SuaraKawanua–Bupati Minahasa Selatan DR.Christiany Eugenia Paruntu SE pada Kamis 11 Juni 2020, melalukan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Tumpaan dengan meninjau langsung situasi Pasar Rakyat Berdikari Tumpaan.

Tetty Paruntu mengunjungi dan meninjau Pasar Berdikari Tumpaan, perihal Pemulihan Aktivitas yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19 saat ini sebagai tindak lanjut dari surat edaran Menteri Perdagangan Republik Indonesia nomor 12 tahun 2020 tertanggal 28 Mei 2020.

Kunjungan kerja dari Bupati Minahasa Selatan dua periode tersebut ke pasar Tumpaan juga dalam rangka pengaktifan kembali hari pasar untuk semua pasar yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sambil berdiskusi dengan para pedagang dan pembeli, Bupati Tetty selalu mensosialisasikan kepada warga masyarakat untuk mematuhi anjuran dan himbauan dari Pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, terapkan Protokol kesehatan disetiap aktifitas pasar di seluruh wilayah Minsel.

Selain meninjau pasar Berdikari Tumpaan yang telah menerapkan Physichal Distancing, Bupati Tetty Paruntu dalam Kunker-nya ke wilayah Tumpaan, juga mengunjungi beberapa tempat diantaranya mengunjungi kawasan wisata Tumpaan Park, menghadiri penyaluran BLT-Dandes di Desa Matani, serta juga melanjutkan giatnya di kawasan pusat Kota Amurang yakni dikawasan Sakura Mart.

Ikut serta bersama Bupati CEP dalam kegiatan tersebut diantaranya Dirut PD Cita Waya Esa Joutje Tuerah, Kadis Perdagangan Adrian Sumuweng, Kasat Pol-PP Minsel Henri Palit, beberapa kepala SKPD Pemkab Minsel, skuad Humpro Minsel dibawah pimpinan Kabag Ysis Donna Mangindaan SSTP, dan beberapa pegawai dan ASN lingkup Pemkab Minsel.

Hasil Rapat Terbatas, Akhirnya Pasar Amurang Dan Tumpaan 4 Kali Dalam 1 Minggu

Jadwal Pasar di Minsel

Minsel, SuaraKawanua– Meski sempat terjadi Polemik berhubungan dengan terbitnya Suarat Edaran dari PD Cita Waya, namun dengan evaluasi dan Kajian yang matang yang dilakukan baik pihak PD Cita Waya, maupun instansi teknis termasuk ketua Covid – 19. akhirnya dalam rapat terbatas yang dilakukan senin 29-3/2020, akhirnya jadwal pasar Amurang dan Tumpaan dilaksanakan 4 kali dalam seminggu yakni hari Senin, rabu, Jumat dan sabtu.

Pelaksanaan Surat edaran ini akan berlaku semenjak jumat 3 april 2020. Sementara bagi setiap pedagang dan konsumen wajib mengunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan jarak antara satu dengan lainnya paling minim 1 M-1,5 M. Dan untuk pedagang dilarang melakukan penimbunan bahan makanan, jika melanggar aturan maka ala Ditindak dengan aturan yang berlaku.” Semenjak Surat Edaran ini berjalan diharapkan seluruh pedagang harus mentaati aturan ynag ada dan tidak dibenarkan untuk menimbun dan menaikan harga.” Kata Tuerah.

Menurut Tuerah, Dengan berjalannya surat edaran ini pihak pasar diharuskan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. “Untuk pedagang dan konsumen diwajibkan melakukan pemeriksaan di pos petugas Covid-19, juga wajib cuci tangan ditempat yang sudah disediakan dilokasi yang sudah disediakan,” kata Dirut Utama PD Cita Waya Minsel Joutje Tuerah.

Inilah jadwal sejumlah pasar yang ad ada di Kabupaten Minsel :

1.Pasar Amurang: Senin, rabu, Jumat dan sabtu.

2.pasar Tumpaan : Senin, rabu, Jumat, dan Sabtu

3.pasar Pinasungkulan Modoinding :rabu dan jumat.

4.pasar rakya Poopo : hari Rabu

5. Pasar Rakyat Motoling hari Kamis.

6.pasar Tenga : Hari rabu dan jumat

7. Pasar Poigar :Hari Selasa dan jumat

8.Pasar Tareran : Hari rabu dan jumat

9. pasar Tompaso baru: Hari Kamis dan sabtu

10.Pasar Rakyat Raanan Baru : hari sabtu. (Hape)

Rumengan-Durandt Beri Solusi Mengenai Jadwal Hari Pasar

Meyvo Rumengan Dan Jantje Durandt

Minsel, SuaraKawanua– Ditengah usaha pemerintah dalam memutuskan mata rantai Covid-19, apa yang menjadi Edaran PD Pasar kami sangat menghargai bahkan mendukungnya, tapi selaku tokoh pemuda Meyvo Rumengan Dan Tokoh Masyarakat Minsel Jantje Durandt kepada wartawan mengatakan, ada baiknya jadwal hari pasar dilakukan setiap hari, namun jam operasional Pasar jamnya yang dikurangi. “Kami meminta kepada PD Pasar supaya dapat memberlakukan pasar seperti biasa namun jam operasional Pasar yang dikurangi.” Kata Rumengan dan Durandt.

Lagi Keduanya mengatakan, kami mengambil sampel dipasar pertama pada senin 30/3-2020 kondisi pasar Amurang sangat padat, dan hal ini bisa menimbulkan gejala buruk untuk berkembangnya Covid-19. Karena dengan padatnya pasar Amurang, maka apa yang disebut dengan Social Distancing atau Jaga jarak, itu tidak terelakkan. ” Kami berharap pihak PD Pasar untuk dapat mempertimbangkan solusi yang kami sampaikan,” Kata Rumengan dan Durandt.

Lagi kedua menambahkan, karena jika pelaksanaan pasar hanya dilakukan dua kali dalam satu minggu, akan berdampak buruk apalagi dengan semakin membludaknya para pedagang dan konsumen dilokasi pasar Amurang. “jika pedagang dan konsumen semakin membludak, secara tidak langsung akan memberikan imets negative dalam membrantas Covid-19,”tambah Rumengan dan Durandt. (hape)