Tag Archives: pemkab

DPRD -Pemkab Lakukan Tutup Masa Sidang 1 Dan buka Persidangan Dua 2021

Minsel,SuaraKawanua–DPRD Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggelar rapat paripurna penutupan masa sidang I dan buka persidangan II Tahun 2021, diruang paripurna, Senin (11/01).

Rapat paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Stevanus Lumowa, Ketua DPRD Jenni Johana Tumbuan, unsur Forkopimda, anggota DPRD dan Kepala OPD melalui video conference.

Dalam persidangan ini, wakil ketua DPRD Minsel Stevanus Lumowa menyampaikan laporan penutupan masa persidangan tahun 2020 yang memuat tentang kegiatan yang telah dilaksanakan DPRD Minsel selama tahun 2020.

Dijelaskan, dalam fungsi pembentukan peraturan daerah, selama tahun 2020, DPRD Minsel telah menetapkan beberapa rancangan peraturan daerah (Ranperda) menjadi peraturan daerah (Perda) antara lain, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Minsel tahun 2030,  Ranperda Perubahan APBD tahun 2020, dan Ranperda APBD 2021.

Disamping itu Bapemperda juga melakukan kajian terhadap usulan Ranperda baik oleh pemerintah daerah maupun inisiatif DPRD yang ditetapkan dalam program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2020,” jelasnya.

Dikatakan, dalam fungsi anggaran, Banggar DPRD bersamaan TAPD telah malakukan rapat pembahasan tentang KUPA- PPAS Perubahan Tahun 2020, RAPBD-P Tahun 2020, KUA-PPAS Tahun 2021, dan RAPBD Tahun 2021.

Selain itu juga diuraikan berbagai agenda dan kegiatan DPRD Minsel sepanjang tahun 2020 lainnya, termasuk proyeksi kegiatan tahun 2021 ini. “katanya.(*/tim/advet)

Dugaan Kasus Penggelapan Pajak Pemkab Minut Akan Dilakukan Pemeriksaan

Ilustrasi

Minut, SuaraKawanua – Belum adanya tindakan tegas terhadap oknum-oknum pengemplang pajak 2013 silam, kira-kira medio April, yang menggemparkan publik Minahasa Utara (Minut) mendesak minta diusut.

Tak tanggung-tanggung dugaan kasus korupsi, ini nilainya hampir menembus Angka Rp1 miliar, dan pelakunya adalah oknum-oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Bidang Pajak pada Badan Keuangan Minut (dulunya dinas keuangan).

Saat heboh, dugaan korupsi dana Pajak daerah yang dipungut dari uang rakyat itu, sempat ditangani aparat penegak hukum, namun terdiam begitu saja.

Kasus dugaan korupsi berbandroll Rp1 miliar itu, kembali terendus publik yang meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan lanjutan, karena terinformasi jika beberapa oknum terduga pelakunya yang merupakan ASN aktif hingga kini masih bebebas ‘bergentayangan’.

Kasus dugaan korupsi pajak ini, diduga melibatkan sekitar 4 orang, dua diantaranya sudah meninggal dunia yakni oknum OC alias Oskar dan FM alias Fery, sementara dua ASN terduga pelaku lainnya yakni PP alias Peggy dan JM alias Jendri, seolah kebal hukum.

Informasi dirangkum, kasus dugaan penggelapan pajak diduga dimotori oleh oknum ASN berinisial PP alias Peggy, saat itu dana pajak yang digelapkan berasal dari tagihan milik perusahaan Coca-cola di Kauditan sekitar Rp 300 juta, perusahaan perhotelan Cocatinus di Wori menembus angka 400 juta, sisanya berasal dai pajak Air Tanah, serta beberapa pajak restoran dan rumah makan yang tersebar di Minut.

Dalam prakteknya, oknum ASN terduga korupsi ini, usai melakukan penagihan pajak-pajak tersebut, mereka tidak menyetorkannya di kas daerah, namun digunakan untuk kepentingan pribadi.

Soal kasus dugaan korupsi pajak ini, Kejaksaan Negeri Minahasa Utara melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Eka Putra Polimpung dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mendengar persoalan ini dan akan dilakukan pemeriksaan Kembali, soal dugaan korupsi.

“Kita sudah mendengar adanya dugaan kasus yang pernah terdiam, dan kita akan pelajari kembai untuk melakukan pemeriksaan,” katanya dikonfirmasi, pekan lalu.(***)

Gugus Tugas Mitra Siapkan 400 Alat Rapid Test

Mitra,SuaraKawanua–Gugus tugas Percepatan Pencegahan COVID-19 Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menyiapkan hampir 4.000 alat yang disiagakan di Dinas Kesehatan.

“Saat ini untuk kebutuhan rapid test sangat mencukupi. Karena ada 4.000 alat yang kami siagakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr Helny Ratuliu, Jumat (15/5/2020).

Ia menyebut, selain di dinas, sejumlah rapid test juga telah didistribusikan ke seluruh Puskesmas dan pos pemeriksaan kesehatan di semua pos yang ada di perbatasan.

“Sebagian kami sudah didistribusikan ke Puskesmas, dan pos kesehatan. Jadi jika ada pemeriksaan, tenaga medis kami langsung turun lapangan,” katanya.

Dia menambahkan, sejumlah rapid test telah digunakan pihaknya untuk melakukan pemeriksaan ke para pelaku perjalanan, warga yang rentan terpapar COVID-19, serta petugas medis, maupun aparat kepolisian dan TNI yang bertugas selama pandemi.

“Dari hasil pemeriksaan kepada masyarakat maupun para petugas, bersyukur belum ada yang reaktif,” ujarnya.

Selain itu, dia tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat Minahasa Tenggara agar tetap melaksanakan protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah.

“Pencegahan atau memutus rantai penyebaran virus COVID-19 ini, adalah tanggung jawab semua masyarakat. Untuk itu mari bersama-sama kita cegah dengan melaksanakan setiap imbauan pemerintah,” tandasnya.(MT/tim)