Tag Archives: raco

Raco: Tidak Benar Jika Saya Melakukan Penyerangan Terhadap Wartawan

Minsel,SuaraKawanua – Rabu 18 November 2020, Kepala Dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga Kabupaten Minahasa Selatan DR.Fietber S. Raco SPd, MSi kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan penganiayaan terhadap salah satu wartawan media di kabupaten Minsel, yang benar waktu berada di lantai dua TUP Bupati Minsel, saya menyapa wartawan VR dari belakang dengan menepuk kedua pungung VR, dan tanpa di sadari VR terkejut dan karena duduk dikursi plastik, korban langsung terjatuh dan saya berusaha untuk menahannya, tapi karena kondisi tidak memungkinkan VR jatuh kelantai.

Menurut Raco kemungkinan pada saat itu, VR terkejut dan takut karena sudah beberapa hari dirinya membuat berita miring mengenai Dikpora Minsel. Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa saya menyerang VR dari belakang,” saya hanya menepuk bagian punggung VR dan dirinya terkejut, dan terjatuh. Apalagi jika ada yang mengatakan bahwa saya mekakukan penganiyaan, itu sangat tidak benar.

Dihadapan para wartawan Raco pun mengatakan akan menempuh jalur hukum atas pencemaran nama baiknya.”Persoalan ini sudah saya serahkan kepada pengacara saya, kita lihat saja nanti sampai dimana akhir dari cerita ini, segalabentuk perbuatan melawan hukum nanti akan di buktikan di pengadilan,sekali lagi saya katakan jangan menuduh orang dengan sembarangan.” kata Raco.

Lagi Raco menambahkan, saya sangat menghargai proses hukum, jika mereka mau melaporkan saya itu merupakan hak mereka, dan selaku warga negara yang baik saya akan menjalaninya, tapi inggat, ketika tidak bisa membuktikan saya bersalah,sudah pasti akan saya laporkan kembali pencemaran nama baik.” jika nantinya apa yang dilaporkan tidak terbukti, sudah pasti saya yang akan melaporkannya kembali.” tegas Raco.(ted/hape)

Raco : KBM Dikpora Minsel Harus Jalan Meski Belajar Dari Rumah

Minsel,SuaraKawanua–Pemerintah kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melalui Kadis Dikpora Minsel DR.Fietber S.Raco S.Pd mengatakan Kegiatan Belajar Mengajar di Kabupaten Minsel harus jalan, meski dalan menghadapi proses belajar dan mengajar dimasa pandemi Covid -19 terutama untuk siswa SD dan SMP. Jadi sistem belajar Dalam Jaringan (Daring) tetapi karena di Minsel akses untuk Daring tidak sampai 20% hingga kurang efektiv, pada akhirnya Dinas pendidikan menerapkan sistim Luar jaringan atau (Luring) dalam sistim ini guru menyambangi rumah para siswa yang sudah dibentuk kelompok belajar sesuai wilayah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minsel DR.Fietber Raco Rabu (22/7/2020) dutengah kesibukannya dalam menghadiri kegiatan – kegiatan dalam lingkup dunia pendidikan.

“Mengingat liburan sekolah dimasa pandemi Covid – 19 sudah terlampau lama, maka pemerintah pusat dalam hal ini kementerian pendidikan menerapkan sistim belajar siswa dengan menggunakan dalam jaringan (Daring), karena sistim ini kurang efektiv untuk wilayah Minsel dikarenakan tidak semua wilayah di Minsel siknalnya baik maka kami menerapkan sistim Luring, guru menyambangi rumah para siswa dalam bentuk kelompok belajar yang dibagi per wilayah.”ucap Kadis Raco.

Raco pun menambahkan selain sistim belajar Daring dan Luring siswa harus datang ke sekolah dua minggu sekali untuk melaksanakan pengayaan dan itu dibagi per sif 30% hingga 50 persen siswa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yakni jaga jarak belajar serta pake masker.

“Selain itu setiap guru harus mempersiapkan kisi – kisi untuk kemampuan dasar dan dari situ akan diambil beberapa contoh soal untuk persiapan ujian semester.Untuk waktu belajar siswa pada metode Luar jaringan itu dilakukan dua sampai dengan tiga jam tinggal bagaimana nanti di atur, yang pasti agar proses belajar dan mengajar bisa jalan dulu, “ Tutup Raco.(hanny/tim)

Buntut Status Koloay Di Media Sosial, Raco Datangi Koloay di DPRD Minsel


MINSEL, SuaraKawanu–Kepala Dinas Dikpora Minsel, DR Fietber Raco bersama Tim Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mendatangi kantor DPRD Minsel lebih khusus ruangan Fraksi Primanas Guna melakukan mengklarifikasi terkait informasi dugaan adanya pemotongan dana sebesar 10 persen dari besaran Dana BOS yang diterima sekolah. Yang dipublikasikan salah seorang Aleg DPRD Minsel, yang juga merupakan Ketua Fraksi Primanas DPRD Minsel, JackLyn Koloay di media sosial. Kepala Dikpora Minsel, Fietber Raco, menanyakan identitas guru honorer tersebut dan mengajar di sekolah mana. Jacklyn Koloay mengatakan guru honorer tersebut mengajar di salah satu SD di Amurang Barat. Koloay tidak ingin memberitahukan tepatnya di sekolah mana.

Raco, meminta dan mendesak agar anggota DPRD Minsel, Jacklyn Koloay, memberitahu siapa guru honorer tersebut agar bisa diketahui benar dan salah itu siapa.“ Hanya ada dua hal saja, guru honorer yang salah mendengar atau kepala sekolah yang salah menyampaikan. Sebenarnya terkait hal itu, anggota Dewan bisa ke Kantor untuk langsung menanyakan, dan pasti kami akan memberikan penjelasan. “Sebagai Anggota DPRD harus mampu menahan diri dan melakukan klasifikasi ke instansi teknis jangan langsung menyampaikan apa yang didengar ke media masa. Ini semua demi Pendidikan dan kebenaran yang ada di Kabupaten Minsel, mari kita diskusikan bersama,”ujar Kepal Dikpora Minsel, Fietber Raco

Anggota DPRD Minsel Jacklyn Koloay, ketika itu mengatakan bahwa informasi tersebut didengarnya dari salah seorang guru honorer.

“ Pada pertemuan tanggal 24 Juni lalu, usai saya mengantarkan bantuan ikan di Desa Raanan Lama. Ada Guru honorer yang datang ke rumah mengeluh tidak terima gaji karena Kepsek (Kepala Sekolah) mengatakan ada pemotongan dana BOS,”kata Koloay.

Lagi Koloay mengatakan, berdasarkan keterangan Guru tersebut, pemotongan dana BOS diperuntukkan buat penanganan Covid-19.

“ Jika tidak diberikan, maka rekom untuk pencairan tidak akan diberikan. Permintaan dana tersebut katanya, telah dilakukan disaat rapat beberapa waktu lalu,”ujar Koloay mengutip penyampaian guru honorer kepadanya.

Koloay menegaskan, dia benar menerima informasi yang menjadi aspirasi dari guru honorer tersebut dan tidak membangun opini, atau pun mencari-cari kesalahan.

“Informasi itu benar saya terima, saya tidak suka Hoax dan tidak suka membangun opini,”tegas Koloay.(**/hape)