Tag Archives: sengkey

Alasan Belum Ada Dana, Sengkey Usul Pilkada Minsel Ditunda

Kordiv Hukum Bawaslu Minsel Franny Sengkey

MINSELSuaraKawanua-Kordiv Hukum Bawaslu Minsel Franny Sengkey menegaskan, seiringnya Pemkab Minsel belum menghibahkan anggaran Pilkada bupati/wakil bupati tahun 2020. Maka, usulnya Pilkada Minsel dilaksanakan tahun 2024. Jadi, tahun 2020 ini pihak Bawaslu hanya akan melaksanakan tahapan Pilgub saja.

Pilbup Minsel diundur tahun 2024 saja, Sengkey melihat bahwa Pemkab Minsel tak serius dengan hal diatas. Padahal, tegasnya Pilkada adalah program pemerintah pusat. Hanya saja, Minsel masuk dalam program diatas, maka selayaknya daerah mengganggarkan untuk tahapan Pilkada.

‘’Alasan paling prinsip menurut mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum UNPI Manado ini, bahwa sampai saat ini Pemda tidak menyalurkan anggaran Hibah Pilkada kepada KPU dan Bawaslu. Sedangkan anggaran ini adalah motor dan energi didalam memjalankan roda pelaksanaan Pilkada. Dia menjelaskan dalam undang undang Pemda wajib menyediakan anggaran Pilkada. Sehingga bila anggaran ini tak kunjung dicairkan dengan persoalan internal Pemda dan DPRD. Maka dia berpendapat bahwa Pemda Minsel tidak mampu memfasilitasi Pilkada,’’ucapnya

‘’Jadi, sebagai lembaga pengawasan Pilkada tahun 2020, maka Bawaslu Minsel hanya melaksanakan tahapan Pilgub saja. Persoalannya, Pemkab Minsel belum ada etikat baik untuk mencairkan hibah yang sudah dijanjikan kepada Bawaslu. Pasalnya, Bawaslu sudah dan sementara melakukan tahapan Pilkada. Sayangnya, hingga kini pihaknya belum menerima anggarannya,’’kata Sengkey dalam rilisnya yang diterima indoBRITA.co, Selasa (3/3/2020).

Sekali lagi, lebih baik melaksanakan tahapan Pilgub saja dari pada Pilbup/Pilwabup. ‘’Bawaslu tak bisa bekerja kalau tak memiliki anggaran. Disatu sisi, tahapan sudah dan sementara berjalan. Sangat miris lakau Bawaslu tak bisa bekerja tanpa angggaran. Itu karena janji Pemkab Minsel sampai kini belum terealisasi dengan baik,’’tegas Sengkey yang juga wartawan senior ini.(hanny/Advet)

Sengkey : Hibah Dana Pilkada Minsel Belum, Jelas

Franny Sengkey

MINSEL, SuaraKawanua-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Selatan mempertanyakan hibah anggaran Pilakada tahun 2020. Pasalnya, hingga saat ini Pemkab Minsel belum jelas akan memberikan hibah tersebut. Akibatnya, Bawaslu Minsel segera mengagendakan untuk berkonsultasi terkait upaya penghentian tahapan Pilkada Minsel 2020.

‘’Ya, belum jelasnya anggaran Pemkab Minsel belum cair. Maka, agenda utama adalah segere melakukan konsultasi dalam rangka upaya penghentian tahapan Pilkada di Bawaslu RI. Artinya, setelah berhasil melakukan konsultasi, maka akan diterbitkannya rekomendasi penghentian tahapan pemilihan bupati/wakil bupati tahun 2020. Hal diatas sehubungan alokasi anggaran yang tertuang dalam hibah tak kunjung dicairkan,’’ujar Kordiv Hukum Bawaslu Minsel Franny Sengkey.

Kata Sengkey, konsep rekomendasi penghentian dan penundaan Pilkada Minsel menjadi opsi sehubungan banyaknya program dan agenda pengawasan sejak bulan Januari, Februari 2020. Bahkan, tidak dilakukannya sehubungan topangan anggarannya tidak kunjung dicairkan.

‘’Bulan Maret dan April 2020 ini, sudah masuk tahapan factual calon perseorangan. Juga tahapan pemuktahiran data pemilih. Tahapan ini adalah tahapan vital dan membutuhkan pengawasan yang ketat dan bila tidak ditopang dengan anggaran, maka pengawasan tidak akan dilakukan,’’tegas Sengkey yang mengambil Ilmu Hukum di Universitas Pembangunan (UNPI) Manado ini.

Dijelaskan Sengkey lagi, apabila usulan tersebut tidak ditanggapi, maka pihaknya juga akan memberi masukan untuk melakukan penundaan pengukuhan PPL yang rekrutmennya sedang berlangsung. “Resiko apapun akan kami ambil termasuk belum mengukuhkan pengawas desa. Sebab kepastian anggaran tidak kunjung muncul. Membuat kerja kami tak maksimal dengan baik,” ujar putra Tompasobaru ini.(hanny/Advet)

Bawaslu Minsel Warning, Oknum Partisipan Partai di Tenaga Ed Hok

Minsel,SuaraKawanua – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Selatan menegaskan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minsel untuk selalu mewaspadai adanya penyusupan partisipan partai di tenaga Ed Hok baik di Bawaslu maupun di KPU.

‘’Diingatkan lagi, bahwa dugaan ada penyusupan partisan partai di jajaran tenaga Ed Hok. Bahwa pendapatnya, dalam dekat ini aka nada rektutmen Panwas Desa/Kelurahan. Pihaknya akan sangat menyeleksi dan melihat rekam jejak personil yang akan direkrut,’’kata Kordiv Hukum dan Penindakan Bawaslu Minsel Franny Sengkey dalam sebuah rilis

Sengkey menjelaskan, bahwa KPU Minsel sedang melakukan rekrutmen PPK di 17 kecamatan. Bahkan, telah selesai melaksanakan tes dasar. Selanjutnya akan dilakukan tes wawancara bagi yang lulus. Olehnya, Bawaslu Minsel meminta kita selalu waspada penyusupan ada anggota partisipan partai didalamnya.

” Diakuinya, kalau hal diatas pasti ada. Hanya saja, pihaknya tak bisa menunjukkan siapa pun di antara oknum-oknum pesertaan partai. Namun, ditemukan secara langsung, maka hal diatas akan digiring sesuai aturan. Jangan sampai ulah satu orang mencoreng marwah kelembagaan yang independen, ” tegas putra Tompasobaru yang adalah Pers sejati.(Hanny/Advet)