Tag Archives: Suara

KPU Minsel Lakukan Lipat Kertas Suara,Dengan Prokes

Minsel,SuaraKawanua–KPU Kabupaten Minahasa Selatan hari ini melakukan Pelipatan surat suara Pilkada 2020 di Ruang Pertumuan, Senin (23/11/2020).



Pantauan media ini, seluruh personil pelipat suara diberi arahan oleh Ketua KPU Rommy Sambuaga, sebelum masuk ke ruangan Pelipatan surat suara. Kemudiian dibekali dengan masker dan sarung tangan serta tanda pemgenal.

Ketua KPU Minsel Rommy Sambuaga kepada wartawan mengatakan rangkaian kegiatan hari ini adalah menyortir dan melipat surat suara.

“Jadi sejak tanggal 21, kami telah menerima surat suara gubernur dan bupati, yang dilipat awalnya surat suara gubernur setelah itu dilanjukan dengan bupati. kami milbatkan masyarakat yang melipat surat suara tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan, semuanya telah dirapid,” kata Sambuaga.

Lanjutnya, mereka yang bertugas melipat surat suara tentunya dengan menjaga jarak, wajib memakai masker, dan posisi duduk diatur dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Yang akan dilipat ini 165.000.180 surat suara sesuai dengan jumlah DPT ditambah dengan 2.5 persen dari DPT per TPS di 513 TPS dan akan di sortir dulu baru dilipat. Disortir dimaksudkan untuk memastikan surat suara tidak rusak atau tidak lecet.Yang rusak atau lecet akan disendirikan, kemudian yang layak pakai akan dilipat.” Jelasnya.

Ditambahkannya untuk target pelipatan, nanti kita akan menunggu hasil setelah sortir dan Pelipatan berapa semua, yang dilipat tergantung kemampuan dari masyarakat yang melakukan pelipatan surat suara.

“Hari ini kami berharap kalau bisa untuk surat suara pilgup punya sudah selesai lebih bagus supaya lebih cepat melakukan pelipatan, kalau toh belum selasai berarti sampai besok kami masih melakukan pelipatan.” katanya.(*/advet)

Warga Kotamobagu “Hadang” Paslon CEP-SSL Karena Lama Menunggu

Kotamobagu,SuaraKawanua— Pasangan Idaman Rakyat Sulawesi Utara (Sulut) Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar dihadang oleh masyarakat Kota Kotamobagu. Hal ini hendak menimbulkan kepanikan CEP-SEHAN. Para pengawal pribadi (Walpri) pun langsung turun dari mobil dan menuju pada keduanya. Ternyata, pasangan CEP-SEHAN yang begitu dinanti oleh masyarakat Kotamobagu itu, dihadang masyarakat karena ingin bersalaman dengan paslon yang dinilai mereka bisa membawa perubahan untuk Sulut.

CEP-SEHAN langsung bergegas turun dan menyapa masyarakat yang sudah seharian menunggu kedatangan keduanya. “Torang pilih pa CEP-SEHAN. Biar dari pagi pagi torang ba tunggu, akhirnya nyanda kecewa karena Ibu Cep dan Eyang datang disini,” warga masyarakat Motoboi Besar, Sabtu 14 November 2020.

Hal yang sama juga terlihat pada kelurahan Kobo Kecil. Ribuan pendukung padati kunjungan silaturahmi CEP-SEHAN, di kediaman Anggota DPRD Anugerah Beggi Gobel, namun dengan mematuhi protokol kesehatan. “Semoga CEP-SEHAN menjadi pemimpin di Sulut selanjutnya,” singkat masyarakat Kobo Kecil.

Terlihat ucapan terima kasih CEP-SEHAN begitu terharu sambil meneteskan air mata. “Terima kasih untuk sambutan dari rakyat Kotamobagu yang begitu luar biasa ini. Mungkin, kami sudah berkampanye lagi karena waktu yang ditetapkan sudah selesai. Namun, kehadiran kami disini untuk mengobati kerinduan kalian, begitu juga kami yang ingin sekali bertemu dengan rakyat Kotamobagu,” ucap keduanya.(***)

Dualisme Kepemimpinan Desa Koreng, Warga Bingung


Minsel,SuaraKawanua-Kebingungan bahkan kegaduhan terjadi di Masyarakat Desa Koreng, pasca ada pengangakatan PLT Hukumtua yang baru. Hal ini terpantau lewat status dan komentar di media sosial yang saling baku aduh karena masyarakat sudah terkotak kotak.

Audy Senduk SH, ketua BPD Desa Koreng Kecamatan Tareran kepada wartawan, saat di temui dikediamannya, di desa Koreng, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minsel 16 oktober 2020 jumat sore kemarin mengatakan bahwa, kami BPD desa koreng
Lengkap bersama Tim, mengarah menuju dinas PMD, tujuan nya untuk bertemu dengan Kepala Dinas PMD guna menanyakan kejelasan situasi yang terjadi di desa Koreng, akan tetapi tidak sempat bertemu langsung dengan Kepala dinas PMD, hanya bertemu dengan Kepala Bidang

“Maksud dan tujuan kami datang ke kantor PMD hanya ingin meminta kepastian dan kejelasan terkait Plt Hukum tua mana yang harus bertugas untuk melayani Masyarakat, karena situasi yang dalam keadaan bingung saat melihat adanya dualis kepemimpinan di Desa, Ucap Senduk

Selain itu, mengingat pelayanan terhadap Masyarakat saat ini seakan terabaikan, Ucapnya.

Sebelumnya, kami sudah temui Ibu Camat Fibry Tumiwa, dan Ibu juga mengarahkan kami untuk langsung mengarah ke PMD”. Ujarnya

Pengalaman ini sudah kami lihat sendiri dilapangan, seperti yang terjadi siang kemarin di rumah duka, disaat Masyarakat bertanya- tanya, karena seperti tidak ada kejelasan.

“yang kami ingin tegaskan disini kepada Pemerintah Kabupaten terutama bagian pemerintahan desa, tolong lepaskan kebingungan Masyarakat, selesaikan semua kegaduhan melihat dualis kepemimpinan yang ada di desa, karena Plt hukum tua yang baru saat ini sudah bertugas, dan sementara Plt hukum tua yang lama masih bertugas. tegas Senduk

Sekedar diketahui bahwa, ini adalah tugas dan kewenangan kami selaku BPD untuk sampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat.” tutup ketua

Menurut Peraturan menteri dalam negeri Nomor 110 tahun 2016, tentang Fungsi BPD, Menampung aspirasi masyarakat, dan Melakukan pengawasan terhadap kerja Plt Hukum Tua. (***)