Tag Archives: sulut

CEP-SSL Jadi Ancaman Berat Pertahana OD-SK

MANADO,SuaraKawanua — SKENARIO head to head pilkada Sulut hampir pasti tersaji. CEP-SSL kans mendapat dukungan koalisi besar untuk melawan petahanan OD-SK. Senin (31/8) malam kemarin jadi petanda awal. Menyusul pemberian formulir B1 KWK Partai Golkar yang diterima langsung CEP-Sehan di Jakarta.

Sebelumnya juga DPP PAN sudah lebih dulu menyerahkan B1 KWK sebagai syarat untuk mendaftar ke KPU.

Selain PG dan PAN sejumlah partai besar pun dikabarkan akan merapat ke CEP-SSL membangun koalisi besar.

Nasdem, Demokrat dan PKS disebut-sebut sudah clear bakal mendukung duet ‘pancasilais’ itu.

Apalagi sejak awal petinggi Nasdem Sulut memang mewacanakan pertarungan head to head di Pilkada Sulut.

Juru bicara PG Sulut Feryando Lamaluta menyatakan pintu koalisi besar memang sudah sejak lama dijajaki.

“Komunikasi politik sudah lama kita bangun. Antata Golkar, PAN, Nasdem, Demokrat dan PKS. Kita tunggu saja sampai final” ungkap Lamaluta.

Jika koalisi besar ini berjalan mulus maka amunisi CEP-Sehan untuk mengalahkan petahana OD-SK makin bertambah.

Pengamat politik Sulut Josie Kairupan menilai bangunan koalisi besar CCEP-SSL menjadi tanda bahaya bagi petahana OD-SK.

“CEP-SSL menjadi suatu tantangan besar bagi petahana ODSK, dari sini jelas dapat diasumsikan bahwa adanya kepungan dari lawan PDIP untuk mengalahkan kekuatan PDIP pada pertarungan Pilgub, sehingga ada tanda awas dan bahaya yang harus dihadapi oleh petahana, ” nilai Kairupan.

Dosen FISIP Unsrat Manado itu, mengulas panjang berbagai upaya pengalihan dukungan dan kekuatan bagi masing-masing pasangan cagub dilakukan untuk menarik sebesar-besarnya suara pemilih yang berimbas pada nilai elektabilitas masing-masing.

Ada kecenderungan yang menjadi tren politik saat ini lebih kepada sosok ketokohan seseorang. Pengalaman dalam perjalanan Pilkada sejak 2010, secara perlahan memberikan pembelajaran bahwa kekuatan ketokohan seseorang telah menggeser dominasi parpol dalam mempengaruhi pilihan rakyat, hal ini memberikan asumsi bahwa perolehan suara parpol pada Pemilu legislatif 2019 khusus di Sulut, tidak selamanya akan berkorelasi dgn elektabilitas kandidat yang ada.

Hal ini memberikan pengertian bahwa tidak selamanya kandidat yang didukung oleh partai besar akan mempunyai peluang menang yg besar pula, karena koalisi-koalisi parpol yang terbentuk saat ini sifatnya sangat fleksibel, yang diharapkan pada tataran Parpol dapat melahirkan pemilih militan karena dukungan dari kader parpol sendiri.

Kelebihan CEP-SSL sendiri memiliki ketokohan yang paripurna di mata publik.

“Pertama jika dikaji dari sisi historis memiliki kekuatan Parpol (Golkar) karena sampai saat ini generasi terdahulu (senior) masih terbenam dengan paradigma lama bahwa golkar adalah partai yang harus dipilih, ” tandasnya.

Kedua people’s needs mampu dijawab oleh pasangan ini, dimana ada keterwakilan etinitas dari konstituen terbesar di sulut yaitu Bolaang Mngondow Raya, begitu juga dgn keterwakilan tokoh muslim, tentu saja isu politik identitas ini sangat jitu untuk menggiring opini publik.

“Ketiga dari sisi penguasaan dari paslon Cagub ini, terbukti mampu mempertahankan kekuasaan yang diraih selama dua periode berturut-turut di masing-masing kabupaten (minsel dan Boltim), begitu pula dengan prestasi dan kinerja yang telah berhasil mengemban amanat sebagai pemimpin di masing-masing kabupaten, ” ulas Kairupan.

Apabila skenario head to head mulus kata Kairupan OD-SK bisa dibeking ‘sesak napas’.
Pertarungan head to head, akan membentuk tiga hegemoni voting behavior yaitu: pendukung Petahana, pendukung CEP-SSL, dan Golput yang tidak mau memilih salah satu dari kedua kandidat yang ada; tensi politik dan kecenderungan terkotak-kotaknya masyarakat akan sangat nampak dan jelas, oleh karena itu parpol pendukung CEP-SSL harus bekerja ekstra keras menarik simpati rakyat untuk meningkatkan popularitas, aksepbilitas, dan elektabilitas, dengan cara yang santun, beretika, dan elegant, karena sekarang bukan saatnya lagi melakukan penggiringan opini untuk menjelek-jelekan lawan (black campaign), bisa saja hanya akan menaikkan elektabilitas petahana. (***/Tim)

Bersama Dengan Danrem 131 Santiago, Kadin Sulut Bahas Program Pemanfaatan Lahan

SUARA KAWANUA.WEB.ID – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Utara, Jemmy Tumimomor bersama pimpinan Kadin Kabupaten/Kota menggelar tatap muka dengan Danrem 131 Santiogo, Brigjen Prince Meyer Putong,SH, untuk membahas berbagai program guna menjaga ketahanan pangan di daerah Sulawesi Utara. Selasa (4/8/2020)

Menurut Tumimomor, kemitraan Kadin Sulut dengan Korem 131 Santiago merupakan peluang besar bagi peningkatan ekonomi khususnya dalam program ketahanan pangan.

“Pertemuan Kadin Sulut bersama Danrem 131 Santiago adalah momentum yang baik bagi kami dalam membahas beberapa program Kadin Sulut, salah satunya sinergitas pemberdayaan UMKM dan kelompok tani lewat program pemamfaatan lahan TNI yang tak terpakai”, ujar Tumimomor.

Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua Kadin Kota Kotamobagu Muliadi Paputungan, Ketua Kadin Minahasa Utara Denny Mokolensang, Ketua Kadin Bolmong Ichdar Damogalad, serta Bidang Organisasi, Kaderisasi dan keanggotaan Fino Mongkau.

Saat rapat berlangsung, Danrem 131 Santiogo, Brigjen Prince Meyer Putong,SH mengatakan, Korem 131 Satiago siap bersinergi dengan Kadin Sulut dalam pemberdayaan UMKM serta kelompok tani melalui pemamfaatan lahan kosong milik TNI.

“Kami akan terus menunjang program dari Kadin Sulut dalam pemberdayaan lahan kosong milik TNI, bahkan kami juga akan siap membantu agar program ini bisa berjalan lancar dan sukses”, ungkap Putong.

Sementara itu Ketua Kota Kotamobagu Muliadi Paputungan menyambut baik penyampaian Danrem, mengingat dirinya juga adalah seorang pengusaha yang bergerak dibidang pertanian dan pertambangan.

“Bagi kami para pengusaha yang bergerak di bidang pertanian, kerjasama seperti ini sangat baik dan mampu meningkatan perekonomian didaerah nyiur melambai”, tambah Paputungan. (Innor/**)

Wakajati Sulut Hadiri Puncak Peringatan HANI di BNNP Sulut


  
SUARA KAWANUA.WWB.ID-Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut) Andi Muh Iqbal Arief, SH.MH yang diwakili oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Wakajati Sulut) Raimel Jesaja, SH.MH menghadiri Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika International (HANI) Tahun 2020, yang secara serentak diperingati secara Nasional via Video Confrence (Vidcon), Jumat (26/06/2020) bertempat di Ruang Video Conference (Vidcon) Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Utara (BNNP Sulut) pukul 09.30 WITA.

Peringatan Hari Anti Narkotika International (HANI) dengan Tema,” Hidup 100% di Era New Normal (Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia Tanpa Narkoba) dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kepala BNN Irjen Pol Heru Cahyono dan Menteri PAN-RB Tjahyo Kumolo bersama Kepala BNNP se-Indonesia didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Peringatan HANI dibuka oleh Wakil Peresiden Ma’ruf Amin dan dilanjutkan oleh Kepala BNN Irjen Pol Heru Cahyono dan Menteri PAN-RB Tjahyo Kumolo sekaligus Penandatangan Peraturan Bersama 13 K/L Secara Virtual terkait Website aduannarkoba.bnn.go.id

Pada acara tersebut, diberikan penghargaan kepada penggiat anti narkoba oleh BNN  Tingkat Nasional dan Tingkat Provinsi yang diberikan Kepala BNN dan Menteri PAN-RB.

Kepala BNN Irjen Pol Heru Cahyono dalam sambutannya mengatakan bahwa tindakan kejahatan narkoba merupakan ancaman kemanusiaan yang harus kita perangi bersama. Sehingga, kerjasama dari semua pihak diperlukan untuk menanganinya. Heru juga mengajak masyarakat untuk menyadarkan anak muda sebagai generasi penerus bangsa guna menjalani hidup yang lebih baik yakni hidup sadar, sehat dan produktif, bahagia tanpa narkoba.

Sementara itu Kepala BNNP Sulut  Brigjen Pol Victor Jefri Lasut di kantor BNNP Sulut didampingi Forkompimda mengatakan masyarakat dalam melakukan aktifitasnya harus bahagia tanpa menggunakan narkoba. Kata Lasut, bahaya narkoba sudah menggerogoti kalangan usia produktif usia 18 sampai 30 tahun, ini berarti bahwa target pengedar Narkoba yaitu kalangan ini. Kali ini peringatan HANI tampak sedehana, mengingat semua elemen masih dalam pandemi COVID-19. (ÌNNOR)