Tag Archives: vap

Bupati VAP Saksikan Pejabat Pemkab Minut Tandatangani Pakta Integritas

Minut, SuaraKawanua-Semua pejabat di jajaran pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) telah berkomitmen untuk menandatangani perjanjian kinerja perangkat daerah tahun anggaran 2020.

Komitmen tersebut itu telah diwujudkan lewat pendatanganan Pakta Integritas (PI) yang berlangsung di atrium kantor bupati, Senin (10/02/20).

Pendatanganan yang dilakukan seluruh kepala perangkat daerah, seluruh kepala SKPD, para Camat, kabag disaksikan langsung Bupati Minut, DR Vonny Anneke Panambunan STh MTh,bersama Sekda Minut, Ir Jemmy Kuhu MA, Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK dan Kajari Minut Fany Widjastuti SH.

Bupati VAP menjelaskan bahwa, pendatanganan pakta integritas ini, wajib dilakun tiap tahun. Berupa pernyataan sebagai wujud komitmen para pejabat di lingkungan pemkab Minut untuk bertanggung jawab dalam tugas, fungsi, wewenang serta perannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Lebih dari itu sanggup untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Dalam pendatanganan pakta integritas merupakan komitmen seluruh pengambil kebijakan. Jadi saya harapkan mereka ini bisa bekerja dengan baik. Kalau tidak mampu bekerja dengan baik, tentunya akan di ganti, kan ada peraturanya kalau tidak dapat kerja dengan baik maka prosesnya saya laporkan ke Mendagri untuk di ganti,” tegasnya


(Innor)

BUPATI VAP SANGAT MENDUKUNG PELAJARAN BAHASA TONSEA DIJADIKAN KURIKULUM SEKOLAH DASAR

MINUT, SuaraKawanua— bupati Minahasa utara Vonnie Anneke Panambunan S. Th mendukung penuh diterapnya pelajaran bahasa tonsea “Nuwu Tonsea” dalam kurikulum sekolah dasar (SD) di kabupaten Minahasa Utara.

Hal ini diungkapkan VAP saat menghadiri seminar Budaya yang dilaksanakan Tonsea Union Foundition yaitu kelompok inisiator, praktisi literasi Tonsea untuk melakukan upaya penguatan bahasa Tonsea untuk diterapkan menjadi kurikulum sehingga tidak punah tetapi tetap memaknai, menghidupi dan memperdalam pengetahuan kekayaan yang dimiliki suku bangsa minahasa sub etnis Tonsea di hotel Sutan raja Watutumou 2, kecamatan Kalawat, rabu 7/8/2019.

” Budaya harus kita hormati. Apalagi dalam menyambut Kek pariwisata, kemarin presiden Jokowi telah menandatangani kek wisata Minahasa utara. Saya dukung acara ini untuk meningkatkan dan melestarikan budaya demi kemajuan pariwisata di minut. yang penting baku-baku bae dan baku-baku-baku sayang,” ucap VAP.

Dalam kesempatan ini, Bupati VAP mengatakan akan segera membahas dan menerapkannya didalam Perda tahun 2020.

Untuk diketahui, pertama kalinya di indonesia melaksanakan seminar budaya dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Tonsea.

Kepala Dinas Kebudayaan Ferry Sangian dalam sambutan membaca sambutan Gubernur Sulut menyampaikan, Terlaksananya seminar budaya ini saya pandang sebagai kontribusi Tonsea union Foundition dalam mewarnai progres pembangunan daerah terlebih kontribusi yang berarti bagi pariwisata yang terus digenjot oleh pemerintah daerah.

“Mari kita satukan tekad untuk terus bersinergi, mentransformasikan semua potensi budaya Tonsea menjadi kekuatan riil yang efektif dalam rangka peningkatan kunjungan wisata di bumi nyiur melambai, serta meningkatkan kemandirian dan daya saing,”kata Sangian.

Drs Ramoy Markus Luntungan
Ramoy M Luntungan sebagai nara sumber berharap partisipasi semua masyarakat Tonsea bahkan guru-guru yang tahu berbahasa Tonsea. Tonsea Union akan berupaya agar pelajaran bahasa Tonsea dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di semua tingkatan, bahkan didukung pembuatan silabus yang nantinya dipergunakan ketika pelajaran bahasa Tonsea menjadi salah satu pelajaran Muatan Lokal di setiap sekolah di wilayah Minut.

“Ini program jangka pendek dulu, nanti tahun depan mungkin sudah meluas ke banyak-banyak desa dengan meminta bantuan pemerintah. Bupati sudah siap untuk membantu dananya. jika sudah selesai nanti banyak perubahan atau APBD tahun depan. Demikian juga dari provinsi sekarang sudah masukkan supaya di tahun depan itu sudah berjalan bagus. Mulai yang tua-tua terlebih dahulu kemudian kita buat nanti pelatihannya. Kita berjalan dulu sekarang nanti tahun depan kita mengharapkan sudah ada bantuan dana dari pihak pemerintah maupun dari pihak luar,”ucap Luntungan Tokoh masyarakat Tonsea.

Lanjutnya, kami harapkan kurikulum bahasa, agar Jangan punah bahasa itu. Bahasa adalah profesi nasional perekat bangsa NKRI. itu budaya karena Budaya adalah perekatnya daerah Pos Indonesia untuk menembus sekat-sekat primordialisme sempit sehingga benar-benar kesatuan dan persatuan Itu di atas segala-galanya.

Ketua panitia Maximilian Pinontoan menyampaikan, berdialog sehari-hari menggunakan tarnem tonsea sebagai upaya presensif terhadap kepunahan.

“Ini kami yakini juga sebagai jawaban atas tantangan zaman, era digitalisasi penggunaan teknologi cerdas namun, hendaklah semua itu tidak akan meninggalkan kita sebagai orang minahasa. Semoga apa yang kita buat ini membawa dampak yang besar bagi kelestarian bahasa tonsea sebagaimana yang kita tekadkan bersama,” tutupnya.

Hadir dalam seminar ini Tokoh adat Tonsea Drs Sompie Singal,MBA, Drs Paul Tirayoh, Prof. Dr. Herry Butje Moningka, Drs Lona Lengkong, Truitje Supit, William Luntungan, para undangan serta perwakilan toko-toko adat dari desa-desa yang diundang.

(Ronni’As)

Presiden Jokowi Tinjau Infrastruktur Pendukung Pariwisata di Minut

Minut,Suara Kawanua-Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo , berkunjung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Bersama rombongan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.Salah satu agenda utama kunjungan Presiden Jokowi ke Provinsi Sulut ini, yakni untuk meninjau infrastruktur yang menjadi pendukung pariwisata yang ada di Sulut tepatnya di kabupaten Minahasa Utara (Minut)

Sementara Bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP) berterima kasih atas kunjungan dan perhatian Presiden RI Joko Widodo, guna merealisasikan sejumlah pembangunan bagi Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Kedatangan Presiden RI Jokowi di Minahasa Utara merupakan kabupaten perdana yang didatangi Presiden pasca ditetapkan oleh KPU, sebagai Presiden Terpilih Periode 2019-2024.
Kunjungan Presiden di Minut bersama rombongan, Kamis (4/7/2019) di Wilayah Likupang Timur tepatnya Hotel Casabaio, dalam rangka mengecek kesiapan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang meliputi Wilayah Desa Marinsow, Pulisan dan Kinunang.
Presiden Jokowi kali ini bersama Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofian Jalil yang memaparkan luas lahan yang akan dipakai untuk pengembangan KEK Pariwisata, Kementerian PUPR dan Sekretaris Negera.


Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana yang didampingi Gubernur Olly Dondokambey SE ini disambut Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan.
“Masalah pengajuan KEK Pariwisata ini ada tanah swasta, ada tanah ex BUMN yang belum selesai tentunya akan diselesaikan  biar ini bisa dimulai dan investasi datang dengan sendirinya,” tutur Jokowi, saat diwawancarai sejumlah wartawan usai menerima dan menyaksikan paparan Kepala BPN dan Kementerian PUPR.
Presiden Jokowi-pun mengingatkan jalan-jalan menuju lokasi KEK Pariwisata diperlebar. Demikian juga semua pihak harus memiliki budaya ramah dan bersih untuk menyambut para tamu.


Terpisah, di tempat yang sama, menurut Bupati VAP dalam pembicaraan dengan presiden mengaku Presiden akan memberi perhatian bagi Kabupaten mengingat Minut terletak di tempat yang strategis.
“Saat bertemu Presiden mengungkapkan akan memperhatikan semua pembangunan yang ada di Minut, terlebih khusus pengembangan KEK Pariwisata. Terima kasih juga kepada Bapak Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang sudah berupaya mengundang presiden berkunjung ke Minut,” ungkap Panambunan.

Kunjungan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widowo turut dihadiri Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Staf Khusus Presiden Johan Budi.

(Ronni’As/Advetorial)