Category Archives: Minahasa Utara

Warga Desak Puluhan Desa Yang Dipimpin Plt Segera Lakukan Pilhut

Minut,SuaraKawanua–Lebih dari 20 desa di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dipimpin oleh Hukum Tua (Kepala Desa) berstatus pelaksana tugas (Plt).

Sayangnya, banyaknya keterbatasan tugas bagi Plt membuat status hukum tua lemah dalam mengambil tindakan.

Karena itu masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Minut segera mengagendakan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut).

“Di masa jabatan yang hanya 3,5 tahun, banyak permasalahan yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, masalah-masalah lain yang sangat krusial, seperti pergantian pejabat hukum tua di desa-desa yang merupakan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Minahasa Utara, agar supaya ada kepastian hukum,” ujar aktivis Minut Frangky, Jumat (12/3/2021).

Frangky menyebutkan walaupun untuk pergantian Penjabat Hukum Tua adalah wewenang dan hak prerogatif dari bupati namun ia berharap segera dilakukan Pilhut karena ada kurang lebih 23 Penjabat Hukum Tua yang ada di Tanah Tonsea yang diisi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS), salah satunya di Desa Tanggari yang diisi penjabat Hukum Tua sejak 23 Desember 2019.

“Desa Tanggari sedang marak oknum yang tidak bertanggung jawab mengklaim memiliki tanah sebesar 524,4 Hektar di wilayah kepolisian Desa Tanggari yang diklaim sepihak tanpa mengikuti aturan atau prosedur yang berlaku di desa.

Hal ini penting untuk segera melakukan tahapan-tahapan Pemilihan Hukum Tua, agar supaya ada kepastian dan legitimasi dari masyarakat tentang hukum tua yang akan terpilih nanti,” tambahnya.

Frangky berharap Bupati Minahasa Utara segera melakukan kajian-kajian hukum tentang proses pergantian penjabat hukum tua ke proses Pemilihan Hukum Tua secara definitif, agar supaya program-program Pemerintah Minahasa Utara lebih cepat dijalankan.(*/FM/red)

Panamubunan Kembalikan 3 Kendaraan Dinas

Minut,SuaraKawanua–Bupati Minahasa Utara (Minut) periode 2015-2020 Vonnie Anneke Panambunan akhirnya mengembalikan mobil dinas kepada Pemerintah Kabupaten Minut.

Inspektur Inspektorat Minut Umbase Mayuntu kepada BeritaManado.com, Minggu (7/3/2021) mengatakan, tiga mobil yang dikembalikan yaitu satu unit Fortuner, satu unit Innova dan satu unit Outlander.Namun, masih ada satu unit Fortuner lagi yang belum diserahkan.

“Kendaraan dinas di Jakarta sudah 3 buah diserahkan sampai hari ini. Tinggal 1 buah Fortuner belum diserahkan,” ujar Umbase.diketahui, tiga mobil dinas tersebut diserahkan pengacara Vonnie Panambunan dan diantar ke Kantor Perwakilan Sulut di Cempaka Putih, Jakarta.Sekarang mobil dititip di Kantor Perwakilan Sulut di Jakarta,” Tambah Umbase(*/win)

Polres Minut Amankan Pelaku Cabul

Minut,SuaraKawanua–Tim Resmob Polres Minahasa Utara (Minut) melakukan penangkapan terhadap seorang lelaki berinsial RP alias Obet alias Embo (40) warga Airmadidi yang berprofesi sebagai buruh bangunan.

RP merupakan tahanan Polres Minahasa Utara, yang melarikan diri pada bulan Mei 2019. Ia ditangkap di Desa Waretu Distric Aitinyo Kabupaten Maibrat Provinsi Papua Barat, Kamis (14/1/2021).

Proses penangkapan dipimpin oleh Kanit Jatanras Polres Minut Ipda Dwirianto Tandirerung dan Kanit Resmob Ipda Dewo Deddi Ananda, bekerja sama dengan Polres Sorong.

Kronologis penangkapan sendiri berawal pada bulan Desember 2020, saat itu Tim Resmob mendapatkan Informasi mengenai keberadaan tersangka.

Mendapat informasi akurat tentang keberadan tersangka, Tim yang berjumlah 5 orang kemudian berangkat ke Kota Sorong, Kamis, 14 Januari 2021 pukul 06.30 Wita.

Sekitar pukul 21.30 Wit, petugas tiba di Desa Waretu dan langsung melakukan penangkapan pada tersangka, yang saat itu sedang berada di dalam kamar lokasi kerja bangunan. Dan pada Jumat (15/1/2021) dini hari sekitar pukul 01.00 Wit, Tim kembali ke Kota Sorong.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast memberikan apresiasi atas usaha pencarian tersangka yang dilakukan Tim Resmob Polres Minut.

“Tersangka secepatnya akan dibawa oleh Tim Resmob kembali ke Polres Minut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lelaki RP sendiri merupakan tersangka kasus pencabulan, melanggar Pasal 81 ayat 1 atau Pasal 82 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(Hms/Red)